Berita

Bisnis

KAA Mestinya Tidak Korbankan Pasar Tradisional

RABU, 22 APRIL 2015 | 19:32 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) menyesalkan peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) ke-60 berefek negatif terhadap perekonomian rakyat kecil.

Akibat acara tersebut, ada empat pasar tradisional di Bandung yang tidak boleh beroperasi selama tiga hari, mulai tanggal 23-25 April 2015.

Keempat pasar tersebut yakni, Pasar Baru, Perbelanjaan Kota Kembang, Cikapundung, dan Banceuy.


"DPP IKAPPI sangat menyayangkan kebijakan pasar tidak boleh beroperasi. Dengan penutupan Pasar Baru yang merupakan tempat belanja favorit wisatawan, misalnya, kurang lebih 6700 pedagang dan PKL tidak bisa mencari nafkah," ujar Ketua Umum DPP IKAPPI Abdullah Mansuri dalam keterangannya kepada redaksi, Rabu (22/4).

Pemerintah semestinya tidak mengorbankan nasib para pedagang.

Menurut Abdullah, pasar tradisional di sekitar lokasi penyelenggaraan peringatan KAA tidak perlu ditutup. Dan bahkan jika direncanakan dan didesain dengan baik, pemerintah justru bisa memberikan kesan positif terhadap negara-negara yang hadir bahwa ada kearifan lokal di Indonesia khususnya di Bandung melalui pasar tradisional.

Nilai positif lainnya, kata dia, Indonesia selaku tuan rumah mampu memperlihatkan sinergisitas antara keamanan dan laju roda ekonomi kecil, dalam hal ini diwakili olah pedagang pasar tradisional. Dan para pedagang pasar tradisional tentu sangat bangga, peduli dan akan membantu kesuksesan penyelenggaraan even internasional tersebut, apalagi yang hadir adalah tokoh-tokoh penting dari negara-negara sahabat Indonesia.

"Jika kebijakan meliburkan pasar tradisonal harus dilaksanakan, kami berharap pemerintah memiliki rasa kemanusiaan yang adil. Oleh karena itu kami meminta Pemerintah untuk memberikan kompensasi yang adil dan memanusiakan sehingga roda ekonomi keluarga para pedagang tetap bisa 'hidup' seperti biasanya," tukas Abdullah.[dem]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Di Simpang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 06:10

Kisah Karim dan Edoh: Tukang Bubur Naik Haji Asal Tasikmalaya

Jumat, 24 April 2026 | 06:01

Gurita Keluarga Mas’ud Menguasai Kaltim

Jumat, 24 April 2026 | 05:33

Pramono Bidik Kerja Sama TOD dengan Shenzhen Metro

Jumat, 24 April 2026 | 05:14

Calon Jemaah Haji Asal Lahat Batal Terbang Gegara Hamil

Jumat, 24 April 2026 | 05:11

BEM KSI Serukan Perdamaian Dunia di Paskah Nasional 2025

Jumat, 24 April 2026 | 04:22

JK Tak Mudah Hadapi Jokowi

Jumat, 24 April 2026 | 04:10

Robig Penembak Gama Ketahuan Edarkan Narkoba di Lapas Semarang

Jumat, 24 April 2026 | 04:06

Ray Rangkuti Tafsirkan Pasal 8 UUD 1945 terkait Seruan Makar Saiful Mujani

Jumat, 24 April 2026 | 03:33

Setelah Asep Kuswanto Tersangka

Jumat, 24 April 2026 | 03:24

Selengkapnya