Berita

Seharusnya Penutupan Jalan Protokol Tidak Berlaku Bagi TransJakarta

RABU, 22 APRIL 2015 | 16:14 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Indonesia Traffic Watch (ITW) menilai terganggunya aktivitas masyarakat akibat penutupan sejumlah ruas jalan protokol menyambut pelaksanaan Konferensi Asia Afrika (KAA) akibat ketidaksiapan Dishub DKI dan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya dalam mengantisipasi dampak dari pengalihan arus yang dilakukan.

"Pemerintah DKI dan Polda Metro Jaya hanya mampu memperkirakan dampak, tetapi belum mampu memberikan solusi agar aktivitas masyarakat tidak terganggu akibat pengalihan arus tersebut," kata Ketua Presidium ITW, Edison Siahaan, dalam keterangan pers Rabu (22/4).

Menurutnya, pengalihan arus yang dilakukan tidak diimbangi dengan sarana yang bisa menjadi alternatif bagi masyarakat sehingga aktivitasnya tidak terganggu.


Dikatakan, selain memicu  kemacetan yang luar biasa di ruas jalan alternatif, pengalihan jalan protokol yang dilakukan juga membuat masyarakat yang berkantor di ruas jalan protokol  menjadi korban.

Sebab, Edison mencontohkan, karyawan-karwayan harus berjalan kaki dari stasiun Dukuh Atas Sudirman menuju kantornya yang terletak di kawasan Semanggi.

Sebaiknya, dia melanjutkan, pengalihan arus tidak berlaku bagi transportasi umum yang memiliki jalur khusus seperti Transjakarta. Sehingga masyarakat dapat menggunakan Transjakarta untuk melakukan aktivitas.

"Kesulitan masyarakat akan berkurang jika Transjakarta tetap beroperasi, seperti biasa, meskipun jumlahnya bisa dikurangi," tegas Edison.

Pihaknya yakin, pelaksanaan KAA akan tetap berjalan lancar dan tidak mendapat hambatan kalau Transjakarta tetap berjalan seperti biasa. Sebab, angkutan umum tersebut sudah memiliki jalur khusus, dan untuk menghindari kesemrautan bisa saja jumlah bus yang beroperasi dikurangi.

Edison menilai, penutupan ruas jalan protokol  bagi semua jenis kendaraan, adalah sebuah sikap ketakutan yang berlebihan dari pemerintah. Bahkan, terkesan pemerintah Paranoid  alias parno terhadap keamanan para kepala negara yang datang ke Indonesia untuk menghadiri KAA.

"Para tamu terhormat yang menjadi peserta KAA akan melihat suasana Jakarta semakin  indah dan tertib saat Transjakarta melintas di jalan khusus," ujar Edison.[dem]


Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Penegakan Hukum Sengketa Perubahan Legalitas Soksi Tak Boleh Tebang Pilih

Senin, 18 Mei 2026 | 00:23

MUI Lega Sidang Isbat Iduladha Tak Munculkan Perbedaan

Senin, 18 Mei 2026 | 00:04

Rombongan Trump Buang Semua Barang China, Pengamat: Perang Intelijen Masuk Level Paranoia Strategis

Minggu, 17 Mei 2026 | 23:34

GEM Kembangkan Ekosistem Industri Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan

Minggu, 17 Mei 2026 | 23:13

Data Besar, Nasib Berceceran

Minggu, 17 Mei 2026 | 23:00

Bobotoh Penuhi Jalanan Kota Bandung, Otw Hattrick Juara!

Minggu, 17 Mei 2026 | 22:40

Relawan: Maksud Prabowo Soal Warga Desa Tak Pakai Dolar Baik

Minggu, 17 Mei 2026 | 22:12

Bagaimana Nasib Jakarta Setelah Putusan MK?

Minggu, 17 Mei 2026 | 21:44

Teguh Santosa: Indonesia Tidak Bisa Berharap pada Kebaikan Negara Lain

Minggu, 17 Mei 2026 | 21:00

BNI: Kemenangan Leo-Daniel Hadiah Istimewa untuk Rakyat Indonesia

Minggu, 17 Mei 2026 | 20:41

Selengkapnya