Pemerintah Saudi Arabia dan Amerika Serikat diserukan untuk meminta maaf pada rakyat Indonesia atas hancurnya gedung Kedutaan Besar RI (KBRI) di Sana'a, Yaman.
Gedung tersebut hancur imbas serangan udara pasukan koalisi pimpinan Saudi pada Senin (20/4) lalu. Adapun Washington mendukung serangan atas posisi-posisi pemberontak Houthi yang dilakukan koalisi.
Akibat insiden itu gedung KBRI di Sana'a mengalami kerusakan hingga 70 persen. Selain itu, serangan tersebut juga melukai setidaknya dua orang warga negara Indonesia.
Seruan tersebut disampaikan putra mantan Presiden Soeharto, Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto.
Menurut Tommy, kedua negara itu wajib minta maaf karena KBRI dibangun dan milik rakyat RI.
"Dengan adanya insiden di Yaman saya menyerukan agar Arab saudi Dan USA wajib minta maaf pada rakyat Indonesia. Kedutaan RI dibiayai rakyat RI," kata Tommy dalam akun twitternya,
@HutomoMP_9.
"Saya sebagai rakyat dan pembayar pajak merasa keberatan jika insiden perusakan fasilitas yang dibiayai rakyat RI dianggap sepele negara lain," sambung dia.
Di dalam akun twitter yang sudah diakui miliknya itu, Tommy juga mengatakan seruannya bukan didasari sikap tidak senang dan mencampuri urusan negara lain.
"Pemerintahan Negara bermartabat itu pemerintahan yang berani minta maaf jika salah. Kekuatan bukan hanya dari senjata yang canggih," tukas Tommy mengingatkan.
[dem]