. Forum Ekonomi Islam Dunia atau World Islamic Economic Forum (WIEF) mengangkat Presiden Joko Widodo sebagai anggota kehormatannya.
WIEF yang dipimpin ketuanya Tun Musa Hitam mengunjungi Presiden Jokowi, di kantor Presiden, Jakarta, Selasa kemarin (21/4). Dalam pertemuan ini disampaikan penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah WIEF pada bulan Mei tahun 2016 mendatang.
"Kita akan menjadi tuan rumah WIEF 2016 pada Mei di Jakarta, bersamaan dengan annual meeting Islamic Development Bank," kata Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro usai mendampingi Presiden Jokowi menerima rombongan WIEF.
Bambang mengatakan Indonesia pernah menjadi tuan rumah pertemuan forum ekonomi Islam itu pada 2009. Forum tersebut, menurut Bambang, strategis karena akan dihadiri oleh para pelaku bisnis dari seluruh dunia, termasuk dari negara-negara Islam yang punya banyak dana untuk diinvestasikan.
Bambang juga mengatakan bahwa Presiden Jokowi dinobatkan menjadi anggota kehormatan WIEF, menggantikan Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono.
Ia menyebutkan, anggota kehormatan WIEF selama ini terdiri atas Perdana Menteri Malaysia, Presiden Indonesia, dan Presiden ADB. "Jadi ketika Presiden Indonesia ganti maka ini harus disampaikan lagi. Presiden Jokowi menyatakan menerima keanggotaan kehormatan itu dan mendukung serta mengusahakan untuk hadir salam WIEF tahun depan di Jakarta," kata Bambang.
Sementara itu Ketua WIEF Tun Musa Hitam mengemukakan, meskipun tidak begitu dikenal di dunia, WIEF sebenarnya merupakan suatu organisasi yang sudah 12 tahun dibentuk, dan dirasakan semakin lama semakin terkenal. Hal ini terbukti, setiap diadakan secara tahunan, ada kurang lebih 3 ribu pebisnis yang berasal dari seluruh dunia datang berkumpul, sebagaimana yang terjadi dua tahun lalu di London (Inggris), atau di Dubai (Uni Emirat Arab).
"Fokus kami adalah middle atau upper middle business people dengan menitikberatkan pada pengusaha kecil dan menengah," terang Musa.
Ia menyebutkan, kalau dilihat dari segi kebutuhan dari kalangan negara-negara Islam, kebutuhannya adalah membangunkan pengusaha kecil dan menengah ini supaya dapat memerankan pembangunan di dalam masyarakat masing-masing.
Yang lebih menarik, lanjut Tun Musa, WIFE menerima atau menarik minat dari pebisnis yang bukan muslim. Selama mereka mau bekerja sama dengan komunitas bisnis muslim mereka diterima dengan tangan terbuka. "Setiap kali forum ini dilaksanakan, entah dari Eropa, Amerika, Asia, dan Amerika Latin selalu ada yang hadir," terang Musa.
Ketua WIFE itu menegaskan, bahwa Forum Ekonomi Islam Dunia ini murni hanya membicarakan ekonomi, bisnis. "Kami tidak membenarkan jika ada yang menyinggung masalah agama atau politik," tegas Tun Musa dilansir dari laman
setkab.go.id.
[rus]