Berita

h. anda/net

Sudah Banyak Kartu, Komisi VIII Minta PKH Dihapus

RABU, 22 APRIL 2015 | 06:55 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Gerindra H. Anda meminta Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementerian Sosial dihapuskan saja.

Diungkapkan Anda, program yang ada sejak tahun 2007 ini, belum terlihat banyak manfaatnya. Dan pemerintah saat ini pun dengan menggebu-gebu meluncurkan program pengentasan kemiskinan lewat Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) dimana dikatakan seluruh kartu tersebut wajib didapatkan oleh penerima PKH.

"Hal ini sangat disayangkan, terlebih lagi data yang digunakannya pun merupakan data dari BPS (Badan Pusat Statistik) pada tahun 2011 lalu yang bukan tidak mungkin mengalami banyak perubahan," ungkap Anda dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VIII dengan Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) di Senayan, Selasa kemarin (21/4).


Oleh karena itu, menurut Anda dilansir dari laman dpr.go.id, jika pemerintah sudah menentukan untuk menggunakan program KKS dan kartu-kartu lainnya, maka hapuskan dan berhentikan saja PKH ini. Namun dikatakan Anda harus tetap dengan menggunakan data terbaru yang riil atau nyata.

Bahkan Anda juga mendesak agar pemerintah dalam hal ini Dirjen Linjamsos mampu memberikan data penerima PKH sebagaimana yang diminta Komisi VIII selama ini. Sehingga penurunan rasio kemiskinan yang seperti apa yang dimaksud pemerintah dari program ini. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya