Berita

Rofi Munawar/net

BKSAP DPR Berharap KAA Serius Konsolidasi untuk Memerdekakan Palestina

SELASA, 21 APRIL 2015 | 12:24 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI mengapresiasi langkah pemerintah untuk menggalang dukungan terhadap kemerdekaan Palestina di dalam penyelenggaraan peringatakan 60 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA).

"KAA mengirimkan pesan utama tentang pentingnya sebuah kedaulatan dan kemerdekaan bagi negara-negara di benua Asia maupun Afrika. Palestina adalah salah satu Negara yang secara aktif dan senantiasa hadir dalam berbagai kegiatan KAA, tentu saja solidaritas dan keseriusan dari partisipan KAA sangat membantu dalam merealisasikan kemerdekaan Palestina sebagai sebuah negara berdaulat penuh," kata Wakil Ketua BKSAP DPR Rofi Munawar di Jakarta (21/4).

Pada 22 dan 23 April 2015, lanjut Rofi, akan berlangsung pertemuan tingkat kepala negara (Leaders Meeting). Pada hari inilah sejumlah kepala negara dan pemerintahan negara di Asia Afrika akan membahas sejumlah permasalahan dengan tema 'Penguatan Kerja Sama Selatan-Selatan dalam Rangka Meningkatkan Kesejahteraan dan Perdamaian Dunia'. Peringatan KAA ini sendiri, kata Rofi, bertujuan menyimpulkan tiga dokumen yakni Bandung Message, dokumen tentang penghidupan kembali Kemitraan Strategis Baru Asia Afrika (NAASP) dan deklarasi dukungan negara Asia Afrika untuk Palestina.


Rofi menambahkan, kesuksesan dalam penyelenggaraan dan agenda KAA akan sangat bermanfaat jika secara serius mampu mendorong isu-isu dasar konferensi tersebut, yaitu tidak boleh ada lagi imperialisme dan kolonialisme dalam bentuk apapun dari satu negara kepada negara lainnya. Menurutnya, apa yang terjadi selama ini di Palestina atas tindakan Israel seharusnya telah cukup menegaskan bagi partisipan KAA untuk secara serius melakukan konsolidasi terhadap kemerdekaan negara Palestina.

"Sebuah inisiatif yang baik dari pemerintah Indonesia, oleh karenanya perlu ditindaklanjuti oleh rencana dan langkah-langkah strategis ke depan. Agenda Palestina merupakan agenda kemanusiaan dan agenda tentang persamaan negara beserta kedaulatannya yang asasi," tukasnya.

Diketahui, 60 tahun lalu ketika negara-negara Asia Afrika berkumpul di Bandung, Indonesia, untuk mengusung ide besar yang mengubah tatanan dunia dengan satu seruan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa. Saat itu, Palestina hadir dengan nama Jerusalem Palestina. Saat itu, Israel telah menyatakan diri sebagai negara dengan sebagian wilayahnya juga mencakupi Jerusalem Palestina, pada 1948, sejalan dengan politk zionisme-nya alias kembali ke Bukit Zion.

KAA akan fokus membahas tiga dokumen utama, yaitu Bandung Message, Deklarasi Penghidupan Kembali Kemitraan Baru Strategis Asia-Afrika , dan Deklarasi Dukungan Kemerdekaan Palestina. Pembahasan ketiga dokumen utama itu kemudian akan dilanjutkan pada Pertemuan tingkat Menteri Asia-Afrika (Asia Africa Ministerial Meeting), dan hasil dari pembahasan ketiga dokumen itu akan diputuskan pada saat Pertemuan Kepala Negara atau Kepala Pemerintahan (Asia Africa Leaders Summit). [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya