Berita

saleh daulay/net

Saleh Daulay: Hari Kartini Harus Jadi Momentum Diversifikasi Program Pemberdayaan perempuan

SELASA, 21 APRIL 2015 | 11:29 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak harus menjadikan hari Kartini sebagai momentum melakukan perubahan.

Perubahan dimaksud bisa meliputi diversifikasi dan inovasi program pemberdayaan perempuan, bisa juga melakukan perubahan struktur kelembagaan di kementerian tersebut. Pasalnya, sampai sejauh ini keberadaan kementerian PP dan PA belum begitu dirasakan manfaatnya bagi upaya pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

"Peringatan Kartini hari ini saja, saya tidak mendengar ada program yang mengesankan. Sepi-sepi saja. Semestinya, kementerian ini bisa berkoordinasi dengan kementerian/lembaga terkait. Setidaknya, ada terasa sesuatu yang berbeda dari tahun-tahun lalu," kata Ketua Komisi VIII, Saleh Partaonan Daulay, dalam keterangan beberapa saat lalu (Selasa, 21/8).


Perayaan Kartini, menurut Saleh, tidak mesti menghabiskan anggaran besar. Andaikata programnya kecil, tetapi gaungnya besar, tentu akan tetap bisa didengar dan dirasakan orang.

"Misalnya, seluruh jajaran kementerian PP dan PA di Indonesia bisa saja mengunjungi lapas perempuan. Mereka bisa mendengar langsung keluhan dan problematika para perempuan di lapas itu. Kesempatan itu bisa juga sekaligus dimanfaatkan untuk melakukan pendataan. Kalau perlu, Presiden atau Wakil Presiden diminta untuk sama-sama turun ke lapas-lapas perempuan," jelas Saleh.

Saleh yakin kegiatan seperti ini akan memotivasi semua pihak untuk melihat sisi lain dari lapas perempuan. Bagaimanapun, para perempuan yang ada di lapas tersebut tidak semuanya buruk.

"Pasti ada dimensi kebaikan yang potensinya bisa dioptimalkan untuk membangun lingkungan sekitar mereka," demikian Saleh. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Beruang di Istana

Kamis, 30 April 2026 | 12:14

Rincian 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp116 Triliun yang Baru Diresmikan Prabowo

Kamis, 30 April 2026 | 11:56

KPK Periksa Pejabat Pemkot Madiun dalam Kasus Dugaan Pemerasan Wali Kota Maidi

Kamis, 30 April 2026 | 11:43

Menteri PPPA Disorot Usai Minta Maaf, Dinilai Perlu Tingkatkan Sensitivitas dan Komunikasi Publik

Kamis, 30 April 2026 | 11:27

Arab Saudi Beri Asuransi Khusus Risiko Panas Saat Puncak Haji

Kamis, 30 April 2026 | 11:06

Bangkit dari Kubur! Friendster Sang Pelopor Medsos Resmi Kembali di 2026

Kamis, 30 April 2026 | 11:05

Hasil Komunikasi Dasco dengan Presiden Prabowo, Pemerintah Siapkan Rp 4 Triliun Perbaiki Perlintasan Kereta Api

Kamis, 30 April 2026 | 11:02

Harga Emas Antam Ambruk ke Rp2,7 Juta per Gram di Akhir Bulan

Kamis, 30 April 2026 | 10:50

Suami Bupati Pekalongan Dicecar KPK soal Aliran Uang Perusahaan Keluarga

Kamis, 30 April 2026 | 10:45

Prabowo Dijadwalkan Hadiri Puncak Hari Buruh di Monas Besok

Kamis, 30 April 2026 | 10:28

Selengkapnya