Berita

dradjad h wibowo/net

Dradjad Wibowo: Tax Amnesty Harus Dikelola dengan Benar Agar Tak Jadi Ajang Bayar Utang Kampanye

SELASA, 21 APRIL 2015 | 09:59 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Bila dilihat dari sisi ekonomi saja, memang Indonesia perlu tax amnesty. Tujuannya lebih untuk mereformasi sistem perpajakan supaya lebih kompatibel dengan tingkat aktifitas ekonomi, dan sekaligus menaikkan penerimaan pajak.

"Pengalaman di berbagai negara seperti Rusia, tax amnesty yang didisain dan dikelola dengan benar terbukti dapat menaikkan penerimaan pajak," kata ekonom senior Dradjad H Wibowo kepada Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu (Selasa, 21/4).

Namun demikian, Dradjad kurang yakin bila tujuan tax amnesty agar dana-dana yang parkir di luar negeri kembali ke Indonesia. Sebab banyak faktor lain yang membuat dana parkir di Singapura, seperti kepastian hukum, keamanan dana, tarif pajak yang jauh lebih rendah, stabilitas kurs, kebutuhan transaksi dan lain-lain.


"Jadi saya tidak percaya tax amnesty membuat dana pulang dari Singpaura," tegas Dradjad.

Justru, lanjut Dradjad, persoalan utama dengan tax amnesty adalah sisi politiknya. Bila tidak didisain dan dikelola dengan benar, maka tax amnesty ini akan menguntungkan sekelompok konglomerat, termasuk mereka yang tergabung dalam Apindo.

"Ini baik terhada perusahaan maupun individunya. Dalam pilpres kemarin, mereka jelas mendukung Jokowi-JK. Dan tax amnesty ini bisa menimbulkan sangkaan sebagai imbalan terhadap dukungan mereka," jelas Dradjad.

Perlu dicatat, ungkap Dradjad, sebagai mantan pimpinan partai politik ia tentu saja mempunyai informasi tentang siapa mendukung siapa, hingga siap menyumbang berapa.

"Jadi tax amnesty ini harus didisain dan dikelola dengan benar supaya tidak menjadi ajang bayar utang kampanye kepada konglomerat," demikian Dradjad. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya