Berita

SALEH DAULAY/NET

Saleh Daulay Ingatkan Kemensos Tak Tinggal Diam Sikapi Pembagian PSKS yang Ricuh

SENIN, 20 APRIL 2015 | 06:59 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Kementerian sosial diminta segera melakukan langkah-langkah antisipatif menyusul adanya laporan masyarakat bahwa pembagian Program Simpatik Keluarga Sejahtera (PSKS) berlangsung ricuh dan menimbulkan perasaan ketidakadilan di tengah masyarakat.

Sejauh ini, ada banyak kabupaten/kota yang melaporkan bahwa mereka tidak dilibatkan dalam proses pendataan dan pembagian bantuan sosial tersebut. Akibatnya, mereka tidak bisa memberikan jawaban yang memuaskan kepada masyarakat terkait data-data penerima bantuan.

"Di beberapa kabupaten/kota, ada kelompok masyarakat yang mengadu pada bupati/walikota. Mereka bertanya, mengapa mereka tidak kebagian? Sementara, warga lain yang dinilai jauh lebih mampu justru menerima. Para bupati/walikota tidak bisa menjawab sebab mereka tidak dilibatkan dalam pendataan dan distribusi bantuan," kata  Ketua Komisi VIII DPR RI, Saleh Partonan Daulay, dalam keterangan beberapa saat lalu (Senin, 20/4).


Selain itu, lanjutnya, pembagian PSKS yang dilakukan dalam beberapa hari terakhir ternyata masih menggunakan data tahun 2011. Karena itu, sangat wajar bila ada target yang salah sasaran. Padahal, UU 13/ 2011 tentang penanganan fakir miskin mengamanatkan bahwa data kemiskinan harus diperbaharui minimal sekali dua tahun.

Saleh menegaskan, Kementerian Sosial, sebagai leading sector dalam penanganan fakir miskin dan orang-orang terlantar, tentu tidak bisa tinggal diam. Selain harus bersungguh-sungguh dalam melakukan pendataan ulang, Kemensos juga harus mengantisipasi dan menyelesaikan kesemrawutan dalam pembagian bantuan yang sedang dilaksanakan saat ini. Paling tidak, mereka yang semestinya mendapatkan bantuan, harus diupayakan agar benar-benar mendapatkannya.

"Kemensos itu memiliki buffer anggaran untuk mengantisipasi kasus-kasus seperti ini. Untuk periode ini, buffer yang disediakan sebanyak 500 ribu. Artinya, jika ada masyarakat yang layak tetapi tidak menerima, tetap bisa dibantu dari dana cadangan yang ada di dalam buffer tersebut," tegas Saleh, yang merupakan politikus Partai Amanat Nasional (PAN).

Karena itu, Saleh melanjutkan lagi, sangat tidak beralasan jika ada warga yang dilupakan atau diabaikan. Semua pihak menunggu political will pemerintah.

"Tanpa ada pengorganisasian yang baik, program kemanusiaan seperti ini justru bisa menimbulkan kesenjangan," demikian Saleh. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Beruang di Istana

Kamis, 30 April 2026 | 12:14

Rincian 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp116 Triliun yang Baru Diresmikan Prabowo

Kamis, 30 April 2026 | 11:56

KPK Periksa Pejabat Pemkot Madiun dalam Kasus Dugaan Pemerasan Wali Kota Maidi

Kamis, 30 April 2026 | 11:43

Menteri PPPA Disorot Usai Minta Maaf, Dinilai Perlu Tingkatkan Sensitivitas dan Komunikasi Publik

Kamis, 30 April 2026 | 11:27

Arab Saudi Beri Asuransi Khusus Risiko Panas Saat Puncak Haji

Kamis, 30 April 2026 | 11:06

Bangkit dari Kubur! Friendster Sang Pelopor Medsos Resmi Kembali di 2026

Kamis, 30 April 2026 | 11:05

Hasil Komunikasi Dasco dengan Presiden Prabowo, Pemerintah Siapkan Rp 4 Triliun Perbaiki Perlintasan Kereta Api

Kamis, 30 April 2026 | 11:02

Harga Emas Antam Ambruk ke Rp2,7 Juta per Gram di Akhir Bulan

Kamis, 30 April 2026 | 10:50

Suami Bupati Pekalongan Dicecar KPK soal Aliran Uang Perusahaan Keluarga

Kamis, 30 April 2026 | 10:45

Prabowo Dijadwalkan Hadiri Puncak Hari Buruh di Monas Besok

Kamis, 30 April 2026 | 10:28

Selengkapnya