Berita

AS Hikam/net

AS Hikam: Saya Termasuk Orang yang Setuju PSSI Dibekukan

MINGGU, 19 APRIL 2015 | 09:55 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi membekukan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) pada tanggal 17 April 2015, dengan nomor surat 0137 tahun 2015.

Pakar politik senior yang juga mantan Menristek era Gus Dur, Muhammad AS Hikam, mengatakan, dirinya termasuk orang yang setuju dengan pembekuan PSSI, tetapi mungkin dengan alasan yang rada berbeda dengan Menpora.

Kalau pemerintah membekukan organisasi persepakbolaan nasional itu karena dinyatakan tidak patuh aturan, maka Hikam menilai PSSI pantas dibekukan, karena PSSI memang tidak lagi memiliki kredibilitas dan kemampuan memajukan persepakbolaan nasional, pengelola dan pengelolaan sepakbola di negeri ini sudah sangat buruk dan kritis.


Jelas Hikam, pengurus PSSI sudah mirip pengurus parpol; mereka lebih sibuk bermain politik ketimbang mengurus sepakbola, yang perkembangannya semakin amburadul dan memalukan bangsa dan negara RI

"Saya bukan ahli bola dan ahli manajemen olah raga apapun, termasuk sepak bola. Jadi komentar saya ini merupakan aspirasi seorang warga negara yang prihatin dengan kondisi dan kualitas persepakbolaan nasional. Saya sudah lama mengusulkan agar PSSI dihentikan kiprahya (dibekukan), dan bahkan pernah usul kalau perlu ada moratorium beberapa tahun timnas sepakbola tidak mengikuti pertandingan internasional dan regional. PSSI sudah terlalu jeblog dan memalukan kalau ia dianggap masih sehat dan bisa bekerja dengan profesional untuk membangun persepakbolaan kita. Fakta-fakta bahwa beberapa kali ada KLB PSSI dan kini terjadi konflik dengan Kemenpora, hanya makin menguatkan dugaan saya betapa brengseknya organisasi yang dibiayai uang negara itu," beber Hikam lewat akun facebook-nya (Minggu, 19/4).

Ia menambahkan, persepakbolaan nasional tentu harus diselamatkan, tapi bukan PSSI-nya yang sekarang. Sebab organisasi ini yang malah menjadi biang utama hancurnya persepakbolaan nasional. Untuk sementara, mendingan pengelolaan sepakbola nasional diambil alih oleh Pemerintah atau tim yang ditunjuk Pemerintah yang mendapatkan penugasan untuk menyelesaikan sengkarut pengelolaan sepakbola nasional dalam tempo tertentu.

"Kalau strategi kontinjensi seperti ini tidak diambil, dan Pemerintah masih mau kompromi dengan pengurus-pengurus PSSI yang ada saat ini, maka saya khawatir sampai kapanpun sepakbola Indonesia hanya akan menjadi bahan tertawaan di kancah regional dan internasional," demikian Hikam. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya