Berita

Karni Bt.Medi Tarsim

TKI Kembali Diqishas, Pemerintah Sampaikan Protes Keras ke Arab Saudi

JUMAT, 17 APRIL 2015 | 06:56 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Berita duka kembali diterima Bangsa Indonesia. Seorang Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI), Karni Bt.Medi Tarsim, asal Desa Karangjunti, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, pada Kamis (16/4) pukul 10.00 waktu setempat, telah dieksekusi mati di penjara Yanbu, Jeddah, Arab Saudi.

Sebelumnya pada Selasa (14/4) lalu, seorang WNI, Siti Zaenab Bt. Duhri Rupa (47 tahun), telah dieksekusi mati (qishas) di Madinah, Arab Saudi, pada Selasa (14/4) pukul 10.00 waktu setempat.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Arrmanatha Nasir mengatakan, berita ekskusi terhadap Karni Bt. Medi Tarsim tidak disapaikan secara resmi oleh Pemerintah Arab Saudi kepada Perwakilan RI di negara tersebut. Tapi didapatkan dari Satgas Perlindungan WNI KJRI Jeddah yang berinisiatif untuk terus memantau penjara dimana terdapat WNI berada.


"Pemerintah Indonesia menyampaikan duka cita mendalam dan mengharapkan Almarhumah mendapatkan tempat yang terbaik di sisi Allah SWT," kata Arrmanatha dalam keterangan persnya (Jumat, 17/4).

Atas eksekusi tersebut, Pemerintah RI sekali lagi menyatakan penyesalan dan kekecewaannya, bahwa KBRI/KJRI tidak memperoleh informasi resmi tentang pelaksanaan hukuman tersebut. Arramanatha mengemukakan, Kemenlu telah memanggil Duta Besar Arab Saudi di Jakarta untuk ke Kemlu Kamis malam.

"Kemlu menyampaikan nota diplomatik mengenai kekecewaan Indonesia atas pelaksanaan hukuman mati tanpa adanya notifikasi resmi," tegas Arramanatha.

Bahkan, lanjut Arramanatha, satu hari sebelum dilaksanakannya hukuman mati, Karni telah dikunjungi Staf KJRI Jeddah selama 1,5 jam tapi tidak ada informasi sama sekali mengenai rencana eksekusi matinya.

Karni dieksekusi setelah dinyatakan bersalah membunuh anak majikannya yang masih berusia empat tahun. Saat di pengadilan, Karni mengaku membunuh karena dibawah ancaman seseorang lewat SMS. Bila ia tidak melakukan pembunuhan, maka ia sendiri yang akan dibunuh. Akibat perbuatannya itu, pada tahun 2013, pengadilan setempat memvonis Karni hukuman mati.

Arrmanatha Nasir menegaskan, Kemenlu telah berulangkali mengusahakan penundaan hukuman dan pemaafan, termasuk di antaranya melalui 3 surat Presiden RI, yaitu Abdurrahan Wahid, Susilo Bambag Yudhoyono dan Joko Widodo, disamping juga melakukan  pendekatan kepada keluarga korban.

"Dubes/Konjen RI Jeddah berulang kali bertemu dengan pejabat tinggi yang berwenang di Arab Saudi untuk mengupayakan pembebasan dan mediasi pemaafan," jelasnya.

Selain itu, KJRI Jeddah juga sudah menyampaikan surat permohonan pemaafan keluarga Karni Bt. Medi Tarsim kepada Raja Arab Saudi dan pihak keluarga korban. "KJRI Jeddah telah berulangkali berupaya menemui ayah korban dan anggota keluarga lainnya, tapi selalu ditolak," papar Arramantha.

Ditambahkan Arramanatha, bahwa KJRI Jeddah sejak kejadian telah lebih dari 33 kali melakukan kunjungan kekonsuleran ke Penjara Yanbu dan Madinah tempat Karni ditahan.

Pemerintah Indonesia, tegas Arramanatha, telah dan akan terus melakukan upaya-upaya memberikan perlindungan kepada WNI yang menghadapi permasalahan di luar negeri.

Kementerian Luar Negeri RI mencatat, dalam periode Juli 2011â€"31 Maret 2015, Pemerintah telah berhasil membebaskan 238 WNI di luar negeri dari hukuman mati. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya