Berita

Ruhut Sitompul

Wawancara

WAWANCARA

Ruhut Sitompul: Kami Ingin Kenalan Dengan Istri, Anak dan Mantu Badrodin Haiti

KAMIS, 16 APRIL 2015 | 09:29 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Komisi III DPR belum tentu melakukan fit and proper test terhadap calon tunggal Kapolri Komjen Badrodin Haiti. Tapi bukan berarti calon yang diajukan Presiden Jokowi itu ditolak.

Ada kemungkinan Komisi bi­dang hukum itu menggunakan pasal 11 ayat 3 dan 4 Undang-undang Nomor 2 tahun 2002 tentang Polri yang menyebutkan, DPR bisa melakukan fit and proper test dan bisa juga tidak melakukan. Kalau tidak melakukan, maka hitungan 20 hari setelah diaju­kan tapi tidak diuji kelayakan oleh DPR, maka Presiden bisa langsung melantiknya.

Itu bisa saja dilakukan karenamerasa tidak ada masalah. Misalnya, Komisi III DPR tidak akan mempertanyakan menge­nai rekening gendut Badrodin Haiti karena PPATK dan KPK sudah bilang kekayaan Badrodin bersih.


"Rekening gendut itu tidak ada. Sebab, PPATK dan KPK te­lah memberi keterangan bahwa Badrodin Haiti tak memiliki rekening gendut," tegas anggota Komisi III DPR, Ruhut Sitompul, kepada Rakyat Merdeka, ke­marin siang.

Menurut politisi Partai Demokrat itu, Komisi III DPR sudah minta keterangan dari PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) dan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) terkait rekam jejak calon Kapolri Badrodin Haiti.

"PPATK memberikan keteran­gan terkait transaksi keuangan yang dilakukan Badrodin serta klarifikasi bahwa kekayaan­nya tidak ada masalah. Begitu juga KPK. Kedua lembaga itu menyatakan Badrodin dalam kondisi bersih," papar Ruhut.

Berikut kutipan selengkapnya:


Berarti nggak ada masalah dong?
Begini, kita mau bicara apa lagi. Kita harus membiasa­kan diri menghormati semua lembaga. Kita hormati KPK. Kita hormati Kepolisian. Kita hormati PPATK. Kalau kedua lembaga itu sudah bilang keka­yaan Badrodin bersih, buat apa lagi ditanyakan.

Apa tahapan yang sedang berjalan sekarang ini?

Salah satu tahapan awal sebelum memasuki fit and proper test, kami akan mengunjungi rumah yang bersangkutan (Badrodin Haiti). Kami kan ingin juga berkenalan denganistrinya, anak-anaknya, mantunya, keluarganya dan lain-lain sebagaimana.

Tujuannya apa?
Menggali lebih jauh gaya hidupnya, kesederhanaannya. Tapi selama ini kami datang ke rumah calon Kapolri ya. Itu semuanya baik.

Kapan fit and proper test dilakukan?
Rencananya 16-17 April 2015. Tapi lihat lagi nanti apa putusan rapat pleno ya.

Kapan kira-kira selesai prosesnya?
Kita usahakan sebelum reses ya. Kita juga butuh ada Kapolri definitif. Sebab, sudah tiga bu­lan kita tidak ada Kapolri. Kita kan mendukung penuh Polri, sehingga diupayakan agar cepat selesai prosesnya.

Bagaimana dengan Wakapolri?
Kita sudah dengar penjelasan mengenai Wakapolri, itu uru­san internal Polri. Biarlah nanti Wanjakti bekerja. Kita tunggu saja apa keputusan Wanjakti ya.

O ya, KPK melepas Briptu Agung Krisyanto sebagai kurir pengantar uang suap dalam operasi tangkap tangan terh­adap kader PDIP Adriansyah, ini bagaimana?

KPK bukan rada takut ya, se­hingga melepas anggota Polsek Menteng itu. Yang jelas, KPK sudah melakukan BAP menge­nai penangkapan tersebut. Orang yang mengantar uang itu tidak tahu kalau ini upaya suap. Tentu harus kita hormati.

Peran polisi itu hanya sebagai kurir, tidak menjadi aktor utama. Sehingga, KPK tidak cukup alat bukti untuk menahannya. Kurir itu kan disuruh saja, sehingga KPK tidak merasa cukup alat bukti untuk menahannya.

Jadi sudah tepat?
Kita percaya KPK, sekarang mereka sudah bangkit kembali, sudah bekerja kembali. Sudah banyak yang ditangkap kok. Bahkan kader partai pendukung Presiden pun ditangkap tangan, lalu KPK proses secara cepat. Makanya kita tetap mendukung KPK.

Bagaimana kerja sama KPK, Polri, dan Kejaksaan?
Kita melihat kerja sama KPK, Polri, dan Kejaksaan sekarang sudah sangat baik. Tiga lembaga ini harus kita perkuat terus untuk menegakkan hu­kum di negeri ini. ***

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya