Berita

Apung Widadi/net

Politik

FITRA Tolak Usulan Polisi Politisi Senayan

KAMIS, 16 APRIL 2015 | 07:35 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Sekretariat Nasional Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Seknas Fitra) menyesalkan wacana Polisi Politisi Senayan.

"Ini sangat disesalkan. FITRA dengan tegas menolak usulan polisi politisi ini," kata Koordinator Advokasi dan Investigasi Seknas FITRA, Apung Widadi, Kamis (16/4).

Ada beberapa temuan FITRA terhadap dokumen desain dan perencanaan Polisi Parlemen 2015. Pertama, orientasi rencana polisi politisi lebih beraroma proyek fantastis. Seperti setiap periode di DPR selalu muncul proyek fantastis, gedung miring DPR 2010 dan toilet mewah 2015.


Kedua, simulasi anggaran polisi politisi diperkirakan mencapai lebih dari Rp. 807,444 miliar. Ini diluar Gaji dan Gaji Polisi Politisi. Ketiga, disinyalir dalam proses perencanaan ini ada kongkalikong DPR dengan pengusaha pengadaan barang masing-masing item. Potensi markup diduga akan tetap dilakukan.

Keempat, potensi pemborosan anggaran tinggi, karena dalam anggaran Setjen DPR 2015, biaya pengamanan parlemen (Pamdal) senilai Rp. 18,3 miliar. Sehingga kalau ditambah dengan polisi politisi tentunya akan membengkak dalam hal gaji, perbulan dari kurang lebih polisi dengan gaji perbulan Rp. 5 juta x 1500 x 12 = Rp. 90 miliar.

Kelima, potensi dobel anggaran tinggi, karena jika tetap digaji oleh lembaga asal yaitu Polri, maka akan mendapatkan gaji dua kali lipat dari DPR juga.

Keenam, dalam pembahasan proposal polisi ini BURT dan Sekjen DPR sudah tidak transparan dan tidak menggalang partisipasi publik. Ketujuh, dengan peralatan pengamanan seperti pistol laras panjang, water canon, kawat, dan senjata militer lainya maka DPR akan semakin jauh dari rakyatnya dan memutus ruang aspirasi masyarakat.

Apung Widadi menjelaskan, selain menolak usulan Polisi Politisi Senayan, FITRA juga menuntut Pimpinan Kapolri Badrodin Haiti untuk menolak wacana ini.

"Jangan sampai Polri mendukung Pemborosan APBN," tukasnya. [rus]

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Penegakan Hukum Sengketa Perubahan Legalitas Soksi Tak Boleh Tebang Pilih

Senin, 18 Mei 2026 | 00:23

MUI Lega Sidang Isbat Iduladha Tak Munculkan Perbedaan

Senin, 18 Mei 2026 | 00:04

Rombongan Trump Buang Semua Barang China, Pengamat: Perang Intelijen Masuk Level Paranoia Strategis

Minggu, 17 Mei 2026 | 23:34

GEM Kembangkan Ekosistem Industri Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan

Minggu, 17 Mei 2026 | 23:13

Data Besar, Nasib Berceceran

Minggu, 17 Mei 2026 | 23:00

Bobotoh Penuhi Jalanan Kota Bandung, Otw Hattrick Juara!

Minggu, 17 Mei 2026 | 22:40

Relawan: Maksud Prabowo Soal Warga Desa Tak Pakai Dolar Baik

Minggu, 17 Mei 2026 | 22:12

Bagaimana Nasib Jakarta Setelah Putusan MK?

Minggu, 17 Mei 2026 | 21:44

Teguh Santosa: Indonesia Tidak Bisa Berharap pada Kebaikan Negara Lain

Minggu, 17 Mei 2026 | 21:00

BNI: Kemenangan Leo-Daniel Hadiah Istimewa untuk Rakyat Indonesia

Minggu, 17 Mei 2026 | 20:41

Selengkapnya