Berita

ILUSTRASI/NET

UJIAN NASIONAL

Di Kepulauan Riau, Siswa Terbanyak Tak Ikut UN Berasal dari Batam

KAMIS, 16 APRIL 2015 | 03:45 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Selama penyelenggaraan ujian nasional (UN) untuk Tingkat Sekolah Menegah Atas (SMA) pada 13-15 April lalu hanya delapan orang siswa di Kepualauan Riau yang tidak bisa mengikuti ujian. Dari delapan siswa tersebut, lima orang berasal dari Kota Batam, tiga lainnya dari Karimun dan Tanjungpinang.
 
"Kedelapan siswa ini dipastikan akan mengikuti ujian susulan," kata Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan, Provinsi Kepri, Atmadinata, di Tanjungpinang, sebagaimana dilansir JPNN (Rabu, 15/4).

Menurut Atmadinata, lima siswa dari Batam tidak bisa mengikuti UN karena izin sakit begitu pula dua peserta lainnya, masing-masing dari Karimun dan Tanjungpinang. Sementara satu siswa lain asal Tanjungpinang ada pula yang izin dengan dikarenakan adanya anggota keluarga yang meninggal dunia.


"Untuk sakit masih dapat dimaklumi, asal peserta UN yang mengaku sakit ini melapirkan surat permohonan izin sakit yang dikeluarkan dokter, puskesmas atau rumah sakit," terang Atmadinata.

Atmadinata mengaku tak ada keterangan peserta UN yang tak mengikuti ujian dengan tanpa keterangan. Dan ia menambahkan, hanya saja terdapat satu peserta UN yang telah terdaftar namun tak mengikuti ujian, dikarenakan meninggal dunia beberapa waktu sebelum rangkaian Ujian Nasional berlaku.

"Dari informasi yang kami dapatkan, peserta UN ini meninggal karena kecelakaan beberapa hari sebelum UN akan berlangsung. Tapi almarhum sudah terdaftar sebagai peserta," lanjutnya.

Bagi peserta UN yang nantinya akan menjalani ujian susulan, lanjut Atmadinata, akan dilangsungkan mulai Senin (20/4) hingga (23/4) mendatang. Ujian susulan tetap dilangsungkan di sekolah masing-masing dengan pengawasan dari guru sekolah asal pula. Dan pengumuman kelulusan, dapat diketahui para peserta ujian pada 15 Mei untuk SMA Sederajat. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Beruang di Istana

Kamis, 30 April 2026 | 12:14

Rincian 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp116 Triliun yang Baru Diresmikan Prabowo

Kamis, 30 April 2026 | 11:56

KPK Periksa Pejabat Pemkot Madiun dalam Kasus Dugaan Pemerasan Wali Kota Maidi

Kamis, 30 April 2026 | 11:43

Menteri PPPA Disorot Usai Minta Maaf, Dinilai Perlu Tingkatkan Sensitivitas dan Komunikasi Publik

Kamis, 30 April 2026 | 11:27

Arab Saudi Beri Asuransi Khusus Risiko Panas Saat Puncak Haji

Kamis, 30 April 2026 | 11:06

Bangkit dari Kubur! Friendster Sang Pelopor Medsos Resmi Kembali di 2026

Kamis, 30 April 2026 | 11:05

Hasil Komunikasi Dasco dengan Presiden Prabowo, Pemerintah Siapkan Rp 4 Triliun Perbaiki Perlintasan Kereta Api

Kamis, 30 April 2026 | 11:02

Harga Emas Antam Ambruk ke Rp2,7 Juta per Gram di Akhir Bulan

Kamis, 30 April 2026 | 10:50

Suami Bupati Pekalongan Dicecar KPK soal Aliran Uang Perusahaan Keluarga

Kamis, 30 April 2026 | 10:45

Prabowo Dijadwalkan Hadiri Puncak Hari Buruh di Monas Besok

Kamis, 30 April 2026 | 10:28

Selengkapnya