Berita

Freddy Budiman/net

Hukum

BNN Kecolongan, Freddy Budiman Tertangkap Basah Masih Edarkan Narkoba

RABU, 15 APRIL 2015 | 10:34 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Gembong narkoba, Freddy Budiman tertangkap basah masih menjadi aktor penting dalam peredaran narkotika di Indonesia. Pasalnya, belakangan ini diketahui bahwa Freddy masih menjalankan bisnis narkoba itu dengan mengedarkan CC4, jenis narkoba yang terbilang baru, beredar di tanah air.

Menanggapi hal itu, anggota Komisi III DPR Arsul Sani mengaku prihatin lantaran ada seorang terpidana yang masih mampu mengendalikan peredaran narkoba dari lapas. Untuk itu, dia mendesak pemerintah untuk segera jalankan eksekusi mati terhadap Freddy.

"Saya kira fakta ini harus jadi faktor faktor pendorong bagi pemerintah kita, dan Kejaksaan Agung untuk tidak menunda eksekusi mati Freddy Budiman," tegas Arsul dihubungi wartawan di Jakarta (Rabu, 15/4).


Wakil Sekretaris Jenderal PPP hasil Muktamar Surabaya itu menilai adanya kasus ini menunjukkan bahwa Badan Narkotika Nasional (BNN) selalu kecolongan dalam melakukan pemberantasan narkoba di lapas. Pasalnya, hal semacam ini bukan sekali dua kali ditemukan di lapas.

"Ini kan sudah sering sekali terjadi. Bagaimana bisa napi narkoba masih bisa berbisnis narkoba didalam Lapas," kata Arsul.

Padahal, lanjutnya, dalam setiap rapat dengar pendapat umum (RDPU) antara Komisi III DPR dengan BNN, komisi hukum tersebut selalu menegur BNN untuk tidak kecolongan dalam pemberantasan narkoba di lingkungan lapas.

"Padahal selalu kami ingatkan saat rapat dengan BNN," tandasnya.[wid]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya