Berita

Lima Gubernur se-Kalimantan Mau Sampaikan Persoalan Infrastruktur pada Jokowi

SENIN, 13 APRIL 2015 | 23:55 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Lima Gubernur se-Kalimantan (Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara) akan bertemu Presiden Joko Widodo di Jakarta pada 15 April nanti. Agendanya, menyampaikan hasil musyawarah perencanaan pembangunan (Musrembang) di setiap provinsi se-Kalimantan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalbar, Ahi MT mengatakan permasalahan infrastruktur menjadi isu utama di semua provinsi se-Kalimantan. Buruknya infrastruktur menyebabkan kabupaten/kota di Kalimantan sulit berkembang.

"Isu strategis prioritas pembangunan sangat banyak, hanya formulasi saja yang berbeda, namun semua sepakat dengan satu isu tematik di Kalimantan yaitu infrastuktur," ungkap dia saat ditemuai di ruang kerjanya, Komplek Kantor Gubernur Kalbar, Pontianak (Senin, 13/4).


Di Kalbar, kata Ahi, pihaknya telah melakukan musrembang, mulai dari desa, kecamatan, kabupaten/kota, hingga pra musrembang tingkat provinsi. Permasalahan-permasalahan yang ditemui di lapangan itu telah dibahas dalam forum satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

"Infrastruktur itu sangat berarti bagi kami untuk memberikan kemudahan daerah-daerah untuk berkembang dan juga untuk memudahkan investor untuk masuk," jelas Ahi.

Menurut Ahi, salah satu kendala investasi yakni aksesibilitas. Oleh karena itu, dalam meningkatkan aspek infrastuktur, pihaknya akan bersinergi dengan pemerintah pusat, mengingat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kalbar hanya Rp 4,51 triliun.

Dia menambahkan, prioritas pembangunan infrastruktur di Kalbar di antaranya, pembangunan jalan pararel perbatasan RI-Malaysia yang melintasi lima kabupaten di Kalbar, yang membentang dari Kabupaten Sambas, Kalbar hingga ke  Provinsi Kalimantan Utara.

"Itu jalan Trans Kalimantan Poros Utara. Hanya memang ada masalah krusial karena daerah sendiri tidak punya dana dan terbentur masalah tata ruang karena harus melalui hutan lindung," tukas Ahi. [ysa]

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Brimob Polda Metro Jaya Bubarkan Balap Liar di Pulogadung

Minggu, 17 Mei 2026 | 14:17

Istana Ungkap Cadangan Beras di Bulog Tembus 5,3 Juta Ton

Minggu, 17 Mei 2026 | 14:04

Kasasi Bisa Perjelas Vonis Banding Luhur Ditambah Beban Uang Pengganti

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:45

Putusan MK soal IKN Dianggap Beri Kepastian Hukum

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:39

“Suamiku Lukaku” Angkat Luka Perempuan Korban KDRT

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:14

Prabowo Minta Pindad Rancang Mobil Presiden Khusus untuk Sapa Rakyat

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:14

Penyederhanaan Sistem Partai Tak Harus dengan Threshold Tinggi

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:10

Nasabah PNM Denpasar Sukses Ubah Sampah Pantai jadi Cuan

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:59

Hukum yang Layu: Saat Keadilan Kehilangan Hati Nurani

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:43

Andrianto Andri: Tokoh Sumatera Harus Jadi Cawapres 2029

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:11

Selengkapnya