Berita

ilustrasi/net

PDIP Semakin Solid Hadapi Cercaan yang Seakan Terpola

SENIN, 13 APRIL 2015 | 10:53 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Terlihat jelas ada semacam cercaan terpola terhadap setiap kerja besar PDI Perjuangan. Dan kini, cercaan itu datang lagi dengan massif, terkait dengan sikap politik PDI Perjuangan yang disampaikan Megawati Soekarnoputri dalam Kongres IV di Bali.

"Bahkan, sebagian intelektual yang tak pernah punya perhatian mendalam terhadap PDIP pun kerap ikut-ikutan mencerca," kata pengamat politik Universitas Airlangga (Unair), Haryadi, dalam keterangan beberapa saat lalu (Senin, 13/4).

Haryadi melihat, latar belakang para pencerca itu cukup beragam. Mulai dari elemen kekuatan anti-partai, atau elemen pesaing dari partai lain, hingga elemen intelektual instan. Pola cercaan semacam ini pun sudah berlangsung sejak Orde Reformasi 1999.


"Tepatnya sejak PDIP selalu menjadi kekuatan partai yang utama di Indonesia. Menariknya adalah semakin dicerca, semakin terkonsolidasi pengorganisasian internal PDIP," katanya.

Haryadi tak memungkiri bahwa PDIP mungkin merupakan satu-satunya partai di Indonesia sekarang yang memiliki mekanisme kelembagaan mengakomodasi konflik internal partai dan menyelesaikannya secara damai. Semua mekanisme kelembagaan itu dikelola dengan wibawa kepemimpinan Megawati.

"Sesungguhnya tak ada yang perlu dirisaukan secara berlebih dari cercaan-cercaan itu. Walau demikian, kepengurusan baru PDIP tetap perlu menyaring dan memetakan secara obyektif terhadap kritik yang sifatnya konstruktif," demikian Haryadi. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya