Berita

Gamelan Dimainkan Seniman Berkelas Grammy Award

MINGGU, 12 APRIL 2015 | 03:21 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Dentingan saron gamelan degung yang disambut gesekan biola yang mendayu-dayu meramaikan anfiteatro Simon bolivar dalam rangka Festival Centro Historico Mexico City 2015.

Sang penggesek biola adalah Kim Kashkashian, pemenang penghargaaan Grammy award 2013 kategori best classical instrumental solo. Dan pemain gamelannya adalah grup perkusi Tambuco, grup perkusi terkemuka meksiko yang telah 4 kali meraih nominasi Gramy Award.

Alunan aransemen yang dimainkan adalah "Threnody for Carlos Chavez", karya Lou Harrison kompositor musik terkemuka dari Amerika Serikat yang mendedikasikan aransemen ini kepada Carloz Chavez  salah satu legenda kompositor yang dimiliki Meksiko.


Gamelan Degung yang dipakai adalah Gamelan Barudak dari Grup gamelan barudak Indra Swara, pimpinan Fitra Ismu Kusumo, sebuah grup kesenian Indonesia yang senantiasa mempromosikan Seni dan Budaya Indonesia lewat pertunjukan gamelan tari dan wayang tradisional Indonesia.

Direktur Grup Tambuco, Ricardo Gallardo, mengatakan bahwa dipilihnya Threnody for carloz Chavez sebagai salah satu aransemen yang dimainkan dan dijadikan sebagai aransemen pemungkas persembahan ini merupakan pertama kalinya aransemen gamelan ini dimainkan di Meksiko. Dan  ini juga untuk menunjukkan kecintaan Lou Harrison kepada salah satu composer terkemuka Meksiko.

Sementara itu, Fitra Ismu Kusumo selaku pendiri grup Indra Swara, sebagaimana keterangan kepada redaksi beberapa saat lalu (Minggu, 12/4), mengatakan bahwa ini sebuah kehormatan bahwa Gamelan dimainkan oleh seniman musikus sekelas Gramy award dan dipertontonkan kepada kaum elit musikus dan budayawan Meksiko.

"Sudah saatnya gamelan dapat dijadikan salah satu alat branding Indonesia, seperti Meksiko menggunakan telenovela, musik Mariachi dan mexican food mereka atau Rropa menggunakan gelaran musik klasik untuk mempertunjukan kebudayaan luhur mereka," ungkapnya. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya