Berita

KONGRES IV PDIP

Terdepak, Maruarar Sirait Mengaku Tetap Loyalis Mega

SABTU, 11 APRIL 2015 | 08:39 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Berpolitik bukan semata cara bagaimana memimpin, tapi juga tentang bagaimana kesiapan dipimpin.

Demikian pesan dan pelajaran pendiri PDI Perjuangan, Sabam Sirait, yang kini mengalir dan menjadi teladan bagi puteranya Maruarar Sirait. Pesan ini pun menjadi teladan yang hidup, sebab meski Sabam yang merupakan Sekjen PDI sejak tahun 1973-1986 ini tak lagi menjabat di struktur, ia tetap loyal kepada partai.

Pun demikian yang kini dipegangteguh oleh Maruarar Sirait, yang tak lagi duduk sebagai pengurus DPP PDI Perjuangan periode 2015-2020. Sebagai kader, Maruarar menegaskan bahwa ia menghormati apapun yang diputuskan Kongres Partai, dan apapun keputusan Megawati sebagai Ketua Umum dan formatur tunggal.


Maruarar memastikan, ia ikhlas tetap konsisten dan loyal pada ideologi partai dan perjuangan partai.

"Dalam politik, kader harus belajar tentang loyalitas dan keikhlasan. ‎Sebagai kader tentu kita akan diuji kesetiaannya kepada partai," kata Maruarar kepada Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu (Minggu, 11/4).

Maruarar juga menegaskan, sama sekali tak ada rasa sedih ketika dirinya berada di ruang kongres IV PDI Perjuangan, saat Megawati Soekarnoputri membacakan nama-nama yang masuk struktur pengurus DPP PDI-P 2015-2020.

"Saya ikut mengucapkan selamat kepada para pengurus baru yang dilantik. Ini saya puji sebagai barisan DPP PDIP yang bagus dan berkualitas. Kami siap memenangkan pemilu 2019," tegas Ara, demikian Maruarar disapa. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya