Berita

Agus Pambagio/net

Pemerintah Diminta Tuntaskan Penyelidikan Penumpang Ilegal Garuda

JUMAT, 10 APRIL 2015 | 03:18 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Insiden masuknya penumpang ilegal, atas nama Mario Steve Ambarita (21 tahun) di pesawat Garuda Indonesia GA 177 rute Pekanbaru-Jakarta, membuat citra penerbangan Indonesia tecoreng.

Pengamat transportasi Agus Pambagio meminta Pemerintah melakukan penyelidikan agar terungkap apa maksud dan tujuan orang tersebut masuk ke pesawat tanpa tiket. Tapi yang pasti Mario melanggar UU, tentu harus mendapat hukuman.

"Modusnya harus cari tahu, apa orang itu waras atau tidak. Kemudian, dia masuk lewat mana? Apa dari wilayah TNI AU atau dari terminal itu?" ujar Agus saat dihubungi wartawan, Kamis (10/4).


Saat ditanya apakah investigasi sudah dilakukan, Agus mengatakan dirinya belum tahu detail. Tapi yang jelas jika masuk dari TNI AU sudah pasti ditangkap. Karena penerbangan itu harus bebas dari pergerakan binatang, mobil atau manusia.

"Seharusnya bisa dilihat orang tersebut lari di area bandara. Sudah pasti kelihatan, Nah, kita lihat siapa yang salah, pihak tower, TNI AU, atau bandara itu sendiri," ujarnya seraya menyebutkan tidak bisa asal tuduh ini kesalahan siapa, harus dilihat dulu.

Agus pun meminta siapa yang salah harus dihukum. Penyidikan ini harus cepat dilakukan. "Masalah ini harus selesai secepatnya, setelah itu, siapa yang salah harus dihukum, jika enggak dihukum ya sama saja," tandasnya.

Diketahui seorang pria menjadi penumpang gelap sebuah penerbangan Garuda Indonesia, dengan menyusup ke ruang roda pesawat, dan selamat setelah menempuh dua jam di udara dengan temperatur di bawah nol derajat. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya