Berita

ilustrasi/net

Lagi, Rapor Merah untuk Tim Ekonomi Jokowi-JK

KAMIS, 09 APRIL 2015 | 13:46 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Kementerian Keuangan yang digawangi Bambang P. Brodjonegoro melaporkan bahwa realisasi penerimaan pajak dalam triwulan Pertama 2015 hanya sebesar Rp 198 triliun. Jumlah ini lebih kecil dari penerimaan periode yang sama tahun 2014, yang sebesar Rp 210 triliun.

Tentu saja laporkan ini kian menambah daftar panjang rapor merah Tim Ekonomi Kabinet Kerja Jokowi-JK. Padahal awalnya digembar-gemborkan, target penerimaan pajak di luar migas untuk tahun 2015 adalah sebesar Rp 1.224,6 triliun, atau naik sekitar 39 persen dari realisasi penerimaan tahun 2014.

"Bila kondisi triwulan pertama saja sudah kurang meyakinkan, dapat dipastikan realisasi penerimaan pajak di triwulan-triwulan berikutnya akan sangat jauh di bawah target," kata pengamat ekonomi, Gede Sandra, beberapa saat lalu (Kamis, 9/4).


Diketahui, pada tahun 2013, realisasi penerimaan pajak adalah 93 persen. Pada tahun 2014, realisasi penerimaan pajak turun menjadi 91,75 persen.  Menurut Gede, bukan tidak mungkin pada tahun 2015 angka realisasi penerimaan pajak bisa kembali mengikuti tren penurunan menjadi hanya di bawah 90 persen.

"Kinerja yang dapat dikategorikan sebagai rapot merah ini jelas dapat mengancam realisasi berbagai proyek ambisius Kabinet Kerja Jokowi-JK, yang sumber pendanaan utamanya masih berasal dari penerimaan pajak. Sumber lain seperti utang juga sulit diharapkan mengingat UU APBN membatasi utang pemerintah hanya maksimal 3 persen PDB, sedangkan realisasi utang pemerintah saat ini sudah mencapai Rp 222,5 triliun atau 1,9 persen PDB,"  tutup alumnus ITB dan UI ini. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya