Berita

jusuf kalla/net

Menteri-menteri Bawaan JK Tidak Berprestasi!

KAMIS, 09 APRIL 2015 | 10:09 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Beberapa menteri yang ada di dalam Kabinet Kerja Jokowi-JK memang tidak berkualitas. Dan bila mau dibedah lebih lanjut, menteri-menteri yang disponsori Jusuf Kalla lah kurang moncer prestasinya, terutama dalam membenahi perekonomian nasional.

Demikian disampaikan pengamat komunikasi politik dari Universitas Indonesia (UI), Ari Junaedi. Ari pun memberi contoh berupa kenaikan bahan bakar minyak (BBM), gas, listrik serta naiknya harga-harga kebutuhan. Ini merupakan paramater untuk mengukur kinerja menteri.

Akibat kinerja yang kurang moncer, masyarakat yang memilih Jokowi-JK pun menjadi jengah karena janji-janji kampanye mulai meleset satu persatu.


"Ibarat di pertandingan sepakbola dulu dijanjikan menang dengan skor besar. Ternyata sekarang malah kerap kebobolan gol dan tanda-tanda kekalahan sudah di ambang mata," jelas Ari Junaedi, yang juga dosen di Program S2 Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, kepada Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu (9/4).

Ari juga menilai miss-manajemen kerap dialami pemerintahan Jokowi-JK selama lima bulan terakhir ini. Maka tak heran hal tersebut mengundang usulan perlunya dilakukan perombakkan kabinet.

"Terjadinya miss-manajemen di pemerintahan Jokowi-JK lebih disebabkan tidak adanya dirigen tunggal. Antara Jokowi dan JK jalan sendiri-sendiri, serta para menterinya juga cari selamat dan selalu ingin narsis di media massa," demikian Ari. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya