Berita

foto:net

Politik

Inilah Dampak Pidato Prabowo Terhadap Jokowi Versi Prof Tjipta

KAMIS, 09 APRIL 2015 | 05:13 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pidato Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang berapi-api saat pelantikan pengurus DPP Gerindra di Jakarta, Rabu (8/4) akan terkesan bagi Presiden Jokowi.

Demikian disampaikan pakar komunikasi dan pengamat politik senior Prof Tjipta Lesmana, Kamis (9/4).

Yang paling berkesan bagi Jokowi atas pidato Prabowo menurut Tjipta adalah, soal adanya partai di Koalisi Merah Putih (KMP) yang diadu domba, hukum yang diobok-obok, masalah ekonomi, serta kabar akan adanya privatisasi empat BUMN.


"Dampaknya pasti ada, ke depan Jokowi akan lebih hati-hati dan cermat," ujar Tjipta dalam sebuah wawancara eksklusif di stasiun televisi swasta nasional.

Jokowi, lanjut Tjipta, juga akan lebih teliti mengontol para menterinya, dan akan lebih cermat dalam menjalankan kebijakan ekonomi.

Tjipta juga berharap, ke depan, jangan sampai Presiden Jokowi tidak tahu lagi ada kebijakan pemerintah yang 'bobol', seperti Perpres DP mobil pejabat.

Saat pelantikan DPP Gerindra yang dihadiri tokoh KMP, Prabowo berpidato berapi-api. Prabowo menyebut pemerintah bersama partai pendukungnya, Koalisi Indonesia Hebat (KIH) adalah benteng terdepan dalam menjaga kedaulatan NKRI. Dan KMP sebagai benteng terakhir siap mendukung bahkan membela pemerintah selama itu untuk kepentingan rakyat dan untuk menjaga kekayaan Indonesia.

"Tapi jika kalau kalian (pemerintah-KIH) meninggalkan Pancasila, kalau kalian meninggalkan UUD 1945, kalalu kalian tidak menjaga kedaulatan bangsa, KMP akan membela kedaulatan itu sampai titik darah yang penghabisan," ujar Prabowo dalam sepenggal pidatonya. [rus]

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Brimob Polda Metro Jaya Bubarkan Balap Liar di Pulogadung

Minggu, 17 Mei 2026 | 14:17

Istana Ungkap Cadangan Beras di Bulog Tembus 5,3 Juta Ton

Minggu, 17 Mei 2026 | 14:04

Kasasi Bisa Perjelas Vonis Banding Luhur Ditambah Beban Uang Pengganti

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:45

Putusan MK soal IKN Dianggap Beri Kepastian Hukum

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:39

“Suamiku Lukaku” Angkat Luka Perempuan Korban KDRT

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:14

Prabowo Minta Pindad Rancang Mobil Presiden Khusus untuk Sapa Rakyat

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:14

Penyederhanaan Sistem Partai Tak Harus dengan Threshold Tinggi

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:10

Nasabah PNM Denpasar Sukses Ubah Sampah Pantai jadi Cuan

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:59

Hukum yang Layu: Saat Keadilan Kehilangan Hati Nurani

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:43

Andrianto Andri: Tokoh Sumatera Harus Jadi Cawapres 2029

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:11

Selengkapnya