Berita

Tjipta Lesmana/net

Politik

Prof Tjipta: Pidato Prabowo Ancaman ke Jokowi

KAMIS, 09 APRIL 2015 | 02:37 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pakar komunikasi dan pengamat politik senior Prof Tjipta Lesmana menilai pidato Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat pelantikan pengurus DPP Gerindra di Jakarta, Rabu (8/4) adalah ancaman kepada pemerintahan Presiden Jokowi.

Isi pidato Prabowo yang disebut sebagai ancaman adalah terkait adanya partai di Koalisi Merah Putih (KMP) yang diadu domba, serta humum yang dirobek-robek.

"Ini ancaman terhadap pemerintahan Jokowi. Ini pidatonya jelas sekali," sebut Tjipta, Kamis (9/4).


Apalagi, kata Tjipta, dalam pidatonya, Prabowo sangat emosional hingga memperlihatkan bahasa aslinya.

"Dalam pidatonya ada kata-kata diusrek-usrek, saya sendiri kurang paham maksudnya. Tapi intinya KMP sedang marah karena kasus Golkar dan PPP," terang Tjipta dalam sebuah wawancara eksklusif di stasiun televisi swasta nasional.

Seperti diketahui, saat pelantikan dan di hadapan tokoh KMP, Prabowo berpidato berapi-api. Capres 2014 itu menegaskan, pihaknya kecewa apabila ada rekan-rekan anggota KMP yang diganggu. "Kami kecewa kalau ada rekan kami anggota KMP yang diusrek-usrek, diganggu-ganggu, diobok-obok. Ini mental kolonial, mental imperialis, dari dulu tokoh-tokoh bangsa selalu diadu domba," kata dia.

Prabowo menegaskan, pihak tertentu yang berupaya merobek-robek hukum yang ada di negeri ini akan menerima konsekuensinya sendiri. "Kami (KMP) ingin kesejukan, tapi tolong jaga hukum, jangan robek-robek hukum. Kalau anda merobek hukum, anda akan merasakan konsekuensi, siapa menabur angin dia akan menuai badai," ujar Prabowo mengingatkan.

Prabowo juga mengaku masih kecewa dengan hasil pilpres dan hasil sidang sengketa pilpres di Mahkamah Konstitusi. Meski kecewa, bagi Prabowo kepentingan bangsa dan rakyat adalah yang utama. "Kekecewaan kami nomorduakan. Yang kami utamakan kepentingan bangsa dan rakyat Indonesia," katanya. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya