Berita

ilustrasi/net

KONGRES PDI PERJUANGAN

PDI Perjuangan Harus Terus Perkuat Konsolidasi

RABU, 08 APRIL 2015 | 13:58 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Kongres IV PDI Perjuangan diharapkan tidak hanya menggalang konsolidasi namun juga sekaligus menangkal gangguan dan penjegalan dari kekuatan pesaing.
 
Sebagai pemenang Pemilu 2014, PDIP harus menyadari akan arti pentingnya konsolidasi diri untuk meraih kembali kemenangan pada pemilu 2019 mendatang. Tak hanya itu, PDIP juga pasti terobsesi menggapai kemenangan maksimal dalam pilkada serempak Desember 2015.

Oleh sebab itu, kata pengajar ilmu politik Universitas Airlangga Surabaya, Haryadi, salah satu hal penting yang patut menjadi perhatian PDIP dalam kongres di Bali besok adalah konsolidasi diri.


"Memang bukan perkara mudah karena betapapun untuk kursi ketua umum mungkin secara aklamasi akan menetapkan kembali Megawati Soekarnoputri, tapi gesekan kepentingan untuk memperebutkan tampuk kepengurusan di jajaran bawahnya cukup keras," ungkap Haryadi beberapa saat lalu (Rabu, 8/7)

Menurutnya, kekuatan-kekuatan dari luar PDIP akan terus berupaya merongrong soliditas partai. Bahkan, keadaan bisa rentan, mengingat virus pragmatisme juga telah menghinggapi sebagian elemen kader PDIP.

Untuk itu, sambung Haryadi, konsolidasi kekuatan PDIP niscaya mengharuskan adanya penegakan disiplin partai dan penguatan ideologi partai. Persyaratan untuk itu tunggal, yaitu hadirnya kepemimpinan partai yang kuat, ditakuti, dan sekaligus dicintai oleh kader dan simpatisannya.

"PDIP beruntung memiliki figur kepemimpinan Megawati Soekarnoputri," tandasnya. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya