Berita

ilustrasi/net

Mahasiswa se-Indonesia Diajak Bersama-sama Turunkan Jokowi pada 20 Mei

RABU, 08 APRIL 2015 | 05:57 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) mengajak seluruh mahasiswa Indonesia untuk bergabung dalam aksi serentak tanggal 20 Mei 2015 dengan agenda 'Penurunan Presiden Jokowi'

Ajakan ini disebarluaskan BEM SI secara berantai di kalangan mahasiswa dan aktivis.

Mahasiswa yang diajak adalah mahasiswa seluruh Indonesia, baik yang berada di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim (KAMMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Gerakan Mahasiswa Pembebasan (GEMA PEMBEBASAN), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Lembaga Dakwah Kampus ( LDK), Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (HIMAHBUDHI), Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI), Pelajar Islam Indonesia (PII), dan juga seluruh mahasiswa lainnya.


Dalam pesan berantai yang juga diterima redaksi dinyatakan, Presiden Jokowi telah mengingkari janjinya, serta membuat kebijakan yang sangat mencekik rakyat.

"Ayo, sudah saatnya, mahasiswa bersatu untuk bangkit, jangan lihat latar belakangmu, karena kita sama-sama sebagai rakyat Indonesia yang merasakan semakin kesusahan, harga BBM naik, harga bahan pokok naik, harga gas semakin mahal, tarif dasar listrik semakin naik terus, tarif kereta api naik, tatanan hukum amburadul, nilai rupiah semakin jatuh, hutang negara bertambah, intitusi Polri dan KPK semakin gagal, konflik politik tak terkendali, biaya hidup semakin mahal karena mengikuti kenaikan harga BBM, tunjangan pejabat dinaikkan, dan rajin blusukan ke luar negeri di saat rakyat Indonesia semakin kesusahan," tulis BEM SI mengajak.

"Jika kamu merasa kehidupan akhir-akhir ini semakin susah dan merasa memang perlu Presiden Jokowi harus turun. Ayo bantu sebar pesan ini ke seluruh kontakmu sebagai dukungan mahasiswa untuk keselamatan Indonesia," tutup pesan berantai itu. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya