Berita

foto:net

Sultan Syarif Kasim II Bobol, Bukti Keamanan Bandara di Indonesia Masih Sangat Rendah

RABU, 08 APRIL 2015 | 03:58 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Seorang pria menyelinap masuk bandara dan dapat masuk ke ruang roda pesawat Garuda Indonesia (GA177) serta ikut terbang dari Bandara Sultan Syarif Kasim II ke Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Selasa (7/4) sore.

Atas insiden tersebut, Ketua Jakarta Transportation Watch (JTW), Andy William Sinaga mengaku sangat merisaukan manajemen security dari pengelola bandara di Indonesia.

"Ini bukti bahwa kordinasi pengamanan bandara untuk penerbangan komersial yang dikelola oleh PT Angkasa Pura II tidak jelas, dan pemerintah harus serius menanganinya," sebut dia dalam keterangannya, Rabu (8/4).


Andy William mengaku heran bandara sekelas Sultan Syarif Kasim II yang juga merupakan bandara bertaraf internasional bisa bobol dengan masuknya orang yang tidak bertanggung jawab ke areal bandara yang merupakan restricted area atau area terlarang untuk dimasuki.

JTW menghimbau agar Menteri Perhubungan Ignasius Jonan untuk segera turun tangan untuk melakukan penyelidikan terhadap sistem manajemen keamanan dan keselamatan bandara Sultan Syarif Kasim II dan bandara-bandara yang bertaraf internasional, terutama terhadap bandara yang lokasinya dekat dengan pemukiman penduduk dan jalan raya. Menhub juga perlu melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap manajemen sistem keamanan dan keselamatan bandara-bandara di Indonesia.

Menurut Andy William, pihak-pihak yang berusaha memasuki areal bandara dapat dikategorikan melanggara pasal 344 UU Nomor 1/2009 tentang Penerbangan. Pasal 344 tersebut mengatakan bahwa setiap orang dilarang melakukan tindakan melawan hukum (act of unlawful interference) yang membahayakan keselamatan penerbangan sipil dan angkutan udara.

"Oleh karena itu perlu dilakukan evaluasi terhadap sistem manajemen airport security di seluruh bandara-bandara yang ada di tanah air, karena longgarnya sistem pengamanan bandara bukan tidak mungkin dapat dimanfaatkan oleh jaringan terorisme yang ingin membajak atau bahkan ingin meledakkan pesawat," ungkapnya.

Terakhir, tambah Andy William, pihaknya juga menghimbau agar otoritas bandara di tanah air untuk segera memperketat pengamanan bandara terutama celah-celah atau ruang yang dapat dijadikan pintu masuk bagi orang-orang yang tidak bertanggung jawab, agar kejadian seperti yang di Pekanbaru tersebut tidak terulang kembali. [rus]

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Brimob Polda Metro Jaya Bubarkan Balap Liar di Pulogadung

Minggu, 17 Mei 2026 | 14:17

Istana Ungkap Cadangan Beras di Bulog Tembus 5,3 Juta Ton

Minggu, 17 Mei 2026 | 14:04

Kasasi Bisa Perjelas Vonis Banding Luhur Ditambah Beban Uang Pengganti

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:45

Putusan MK soal IKN Dianggap Beri Kepastian Hukum

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:39

“Suamiku Lukaku” Angkat Luka Perempuan Korban KDRT

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:14

Prabowo Minta Pindad Rancang Mobil Presiden Khusus untuk Sapa Rakyat

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:14

Penyederhanaan Sistem Partai Tak Harus dengan Threshold Tinggi

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:10

Nasabah PNM Denpasar Sukses Ubah Sampah Pantai jadi Cuan

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:59

Hukum yang Layu: Saat Keadilan Kehilangan Hati Nurani

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:43

Andrianto Andri: Tokoh Sumatera Harus Jadi Cawapres 2029

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:11

Selengkapnya