Berita

Muslim/net

Perpres Dicabut, Anggota DPR Usul Diberi Mobil Dinas Saja

RABU, 08 APRIL 2015 | 02:58 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Anggota Badan urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI Muslim mengatakan, kenaikan uang muka mobil pejabat yang diusulkan adalah keinginan semua anggota dewan.

"Kalau sekarang ramai dan menjadi konsumsi publik, itulah dinamika politik. Padahal semua sudah sepakat, tapi begitu muncul kritik keras di media, semua balik badan," sebut anggota Fraksi Demokrat Dapil II Aceh ini, Selasa (7/4).

Menurut Muslim, sebagian anggota dewan perlu fasilitas mobil tersebut, apalagi anggota baru yang terpilih tahun 2014 lalu.


Akibat polemik tersebut, menurut dia ke depan lebih baik diberikan mobil dinas saja sesuai standar. Terkait dengan pencabutan Perpres uang muka mobil dinas tersebut, menurut Muslim, itu adalah wewenang Pemerintah, dan BURT akan mendiskusikan kembali seperti apa. Apakah nanti sepakat untuk diadakan mobil dinas atau fasilitas yang lain.

"Saya harapkan keputusan bisa diambil dan disepakati semua fraksi di BURT. Itu kan untuk kepentingan anggota dan memudahkan langkah-langkah buat rakyat juga," ujarnya.

Makanya, sambung Muslim, kalau ini menjadi polemik terus menerus, samakan saja fasilitas yang diberikan kepada seluruh pejabat negara. "Kalau teman-teman anggota menginginkan mobil dinas, silahkan. Itu kan lebih fair, tidak menjadi polemik seperti sekarang ini," ungkapnya seperti dikabarkan laman dpr.go.id.

Menanggapi pertanyaan bahwa kenaikan itu bertentangan dengan suasana kebatinan masyarakat di tengah kesusahan karena kenaikan BBM dan kebutuhan pokok, ia menilai itu sangat normatif. Karena fasilitas mobil dimaksudkan untuk menunjang kinerja kegiatan dewan.

"Kita kan tidak minta yang aneh-aneh. Lihat saja, di level departemen, pejabat eselon I apa saja fasilitasnya. Kita bukan nggak prihatin pada rakyat, kita dalam beberapa tahun tidak mengajukan apa-apa," kilahnya.

Meski demikian, Muslim menyatakan masalah Perpres ini akan dibahas kembali dalam rapat BURT. Tuntutan anggota dewan tidak berlebihan, cukup obyektif. Apalagi anggota DPR yang baru terpilih perlu fasilitas mobil itu, jadi hak dan kewajiban harus ada.

"Yang kita perjuangkan adalah kepentingan seluruh anggota DPR. Kalau selalu menjadi polemik, kenapa kepada seluruh anggota dikasih mobil dinas saja. Kan lebih obyektif," tukas dia. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya