Berita

Basuki Hadimuljono

Wawancara

WAWANCARA

Basuki Hadimuljono: Genjot Proyek Trans Jawa, Pantura Dipastikan Lancar Saat Mudik Lebaran

SENIN, 06 APRIL 2015 | 07:41 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Proyek tol baru Cikampek ke Palimanan (Cikapali) sepan­jang 116,75 km dipastikan selesai sebelum Lebaran. Jalur ini dapat mengurangi kemacetan di Pantura. Konektivi­tas atau penyambungan jalur ini merupakan bagian dari mega proyek tol Trans Jawa sepanjang 1.088 km dengan nilai investasi sekitar Rp 580 triliun.

Sejak muda sampai menjadi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono tak banyak berubah. Tampil sederhana dan apa adanya. Dia selalu risih karena harus di kawal. Tak jarang mengendarai kendaraan sendiri, tanpa sopir.

Basuki juga bukanlah politisi ataupun kader partai yang sukanya bikin opini atau umbar penci­traan. Pria kelahiran Surakarta ini dikenal suka blusukan dan konsisten terhadap kerjanya. Berikut petikan wawancara dengan Rakyat Merdeka dengan Basuki Hadimuljono di Jakarta.


Persiapan tol baru Cikapali?
Sekarang persiapannya sudah 99 persen. Waktu dilantik men­jadi menteri oleh Presiden Joko Widodo, proyek ini sudah men­capai 70 persen. Kita masih memi­liki waktu April sampai Mei 2015. Karena Juni sudah masuk puasa. Insya allah sebelum Lebaran bisa selesai, dan bisa difungsikan buat arus mudik.

Anda yakin?
Saya yakin. Paling tidak pe­nyambungan tol baru ini bisa digunakan masyarakat sebagai ruas alternatif mudik, dan bisa mengurai kemacetan di pantura sekaligus mendorong pertumbu­han ekonomi di wilayah tersebut.

Nilai proyek Cikapali ?
Penyambungan tol Cikapali sepanjang 116,75 km ini meng­habiskan dana sekitar Rp 12,56 triliun. Cikapali ini merupakan bagian dari Trans Jawa.

Bagaimana Trans Jawa ?
Trans Jawa ditargetkan selesai pada 2019. Penyambungan tol baru dari Jakarta ke Surabaya ini merupakan salah satu program Nawa Cita dalam konektivitas jalan tol yang sudah 10 tahun tidak tembus-tembus. Project ini masuk bagian dari pembangunan jalan bebas hambatan 1.000 km. Meliputi Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi.

Ada kendala ?

Memang ada sedikit hambatan yakni di ruas Pemalang-Batang, Batang-Semarang, Solo-Ngawi dan Ngawi-Kertosono.

Sekarang ?
Alhamdulillah, ruas Pemalang-Batang dan Batang-Semarang, sudah bisa dimulai pembangu­nannya. Awalnya, kita berikan kesempatan kepada kontraktor. Karena nggak bisa merampung­kan masalah, ya kita ambil kem­bali. Sekarang sudah dikerjakan Jasa Marga dan Waskita Karya. Sekarang konektivitas jalan tol Jawa ini sudah tembus dan siap dioperasikan.

Kemudian ?
Untuk Solo-Ngawi dan Ngawi-Kertosono, kita sedang menunggu. Kita berikan kesempatan kepada kontraktor untuk selesaikan masalah. Ya, sebulan-lah cukup. Kalau nggak juga, terpaksa kita ambil lagi. Kalau masalah biasanyasoal lahan dan keuangan.

Lebaran pantura kerap disorot, komentar Anda ?

Ya, karena pertumbuhan kendaraan kita tidak berim­bang dengan penambahan jalan. Ibaratnya, rumah ukuran 36 meter persegi, terasa lebar bagi pasangan suami-istri yang baru menikah. Namun kalau sudah punya anak, jadinya sempit kan. Nah, begitu pula jalan kita ini.

Lalu ?
Khusus untuk arus mudik Lebaran nanti, kita sudah melakukan sejumlah persiapan yaitu dengan adanya tol Cikapali sepanjang 116,75 km. Insya Allah, sebelum mudik Lebaran sudah bisa difungsikan untuk me­nekan kemacetan di Pantura.

Pantura akan bebas macet?
Tentunya Cikapali dapat mengurai kemacetan. Kita ingin, masyarakat bisa menikmati perjalanan menuju kampung halamannya den­gan bahagia dan bergembira.

Konektivitas tol seperti apa?
Kita ingin mewujudkan penguatan konektivitas nasional melalui infrastruktur yang memenuhi standar pelayanan. Yaitu, pengembangan jaringan jalan dan jembatan, manajemen jaringan jalan dan dukungan manajemen jalan sub nasional. Seperti pembangunan jalan bebas hambatan 1.000 km di Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi serta pembangunan jalan nasional baru sepanjang 2.650 km, peningkatan kapasitas jalan nasional, dan pembangu­nan flyover atau underpass.

Selain tol, program prioritas apa lagi ?
Kedaulatan pangan, permuki­man dan perumahan.

Hasil progres kerja saat ini ?
Dari alokasi anggaran Rp 118 triliun yang sudah multikontrak pada 2014, sebesar Rp 9 triliun. Untuk swakelola perbaikan tanggul dan jalan Rp 12 triliun, ditambah tanah 7 triliun.

Sementara untuk kontrak baru sebesar Rp 85 triliun. Artinya, ekonomi kita sudah bergerak dan tidak mandek, meski rupiah melemah. ***

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya