Berita

ist

Ketua MPR: Pluralitas adalah Kekayaan dan Kekuatan Bangsa

MINGGU, 05 APRIL 2015 | 16:03 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Negara Indonesia dibangun atas dasar perbedaan dan keberagaman.  Indonesia bukan negara agama dan Indonesia bukan pula negara liberal.  Indonesia adalah negara yang unik. Keberagaman berbagai suku, agama, kepercayaan, adat istiadat disatukan dalam wadah NKRI sehingga semestinya tidak ada elemen mayoritas dan minoritas. Semua adalah sama dalam satu ideologi dan dasar negara Pancasila.

Begitu diungkapkan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan dalam acara Malam Apresiasi Budaya 31 Tahun Peradah Indonesia sekaligus Simakrama (silaturahmi) hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1937, di Ruang Teater Wisma Kemenpora, Senayan, Jakarta, kemarin (Sabtu, 4/4 ).

Indonesia, lanjut Zulkifli, adalah bangsa yang besar yang bersatu padu. Kebesaran dan keberagaman bangsa ini adalah kekayaan, sekaligus tantangan bagi bangsa yang harus di hadapi bersama-sama. Sebagai bangsa yang besar dan beragam, persatuan adalah keniscayaan karena semua lahir dan tumbuh di tanah Indonesia tercinta, dan semua berkewajiban harus terus memupuk dan memperkokoh rasa persaudaraan diantara anak bangsa Indonesia


"Kebersamaan para founding father kita dalam melahirkan Republik ini adalah contoh nyata bahwa egoisme kelompok atau golongan waktu itu, tidak akan laku dalam upaya membentuk negara Indonesia.  Pluralitas bangsa yang besar baik suku, golongan, agama, dan status sosial adalah realita yang secara cerdas dirajut para founding fathers kita sebagai modal dasar untuk merdeka dan berdaulat," paparnya.

Dalam konteks kekinian, lanjut Zulkifli, sebagai umat beragama semua memiliki kewajiban dan hak yang sama untuk membangun masa depan bangsa.  Menurut Zulkifli, spiritualitas yang dimiliki, tidak hanya diaktualisasikan dalam bentuk peribadatan saja namun sangat perlu di distribusikan dan direalisasikan untuk mempererat rasa persaudaraan antar semua anak bangsa.

Sebagai umat beragama, semua harus tanggap aktif dalam ikut menjaga dan memperkokoh rasa persaudaraan.  Bukan hanya sesama umat beragama tapi juga antar umat beragama lainnya dan yang lebih luas lagi antar umat manusia.

Hari Raya Nyepi memiliki arti penting untuk merenungi hakekat daripada kehidupan untuk bersatu dalam satu kesatuan umat beragama dan satu kesatuan dalam  satu kebangsaan.  Nyepi adalah sarana evaluasi diri untuk membersihkan jiwa.  Melalui Nyepi, umat Hindu lebih dapat mendekatkan diri kepada Tuhan dan membangun hubungan harmonis baik hubungan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan lingkungan dan hubungan antar sesama manusia.

Zulkifli juga berharap kepada generasi muda yang tergabung dalam Peradah Indonesia, Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia, muncul dan berkiprah sebagai sebuah organisasi bangsa yang memiliki motivasi dan berkeinginan membangun generasi muda yang mandiri dan demokratis sebagai bagian integral dari bangsa Indoensia untuk mencapai kedamaian dan kesejahteraan bersama.

"Saya pribadi dan sebagai Pimpinan MPR RI, mengucapkan selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1937 semoga umat Hindu dimanapun berada, memperoleh kedamaian dan kebahagiaan serta kesejahteraan," tukasnya.[dem]

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Brimob Polda Metro Jaya Bubarkan Balap Liar di Pulogadung

Minggu, 17 Mei 2026 | 14:17

Istana Ungkap Cadangan Beras di Bulog Tembus 5,3 Juta Ton

Minggu, 17 Mei 2026 | 14:04

Kasasi Bisa Perjelas Vonis Banding Luhur Ditambah Beban Uang Pengganti

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:45

Putusan MK soal IKN Dianggap Beri Kepastian Hukum

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:39

“Suamiku Lukaku” Angkat Luka Perempuan Korban KDRT

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:14

Prabowo Minta Pindad Rancang Mobil Presiden Khusus untuk Sapa Rakyat

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:14

Penyederhanaan Sistem Partai Tak Harus dengan Threshold Tinggi

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:10

Nasabah PNM Denpasar Sukses Ubah Sampah Pantai jadi Cuan

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:59

Hukum yang Layu: Saat Keadilan Kehilangan Hati Nurani

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:43

Andrianto Andri: Tokoh Sumatera Harus Jadi Cawapres 2029

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:11

Selengkapnya