Berita

Wahyu Suparyono

PPI Mulai Melirik Bisnis Optimalisasi Aset

RABU, 01 APRIL 2015 | 06:51 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Perusahaan pelat merah PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) Persero melakukan soft launching logo barunya. Bersamaan dengan itu, Perseroan juga menandatangani perjanjian sewa menyewa aset gedungnya dengan PT Pembangunan Kota Tua Jakarta (JOTRC).

Direktur Utama PT PPI Wahyu Suparyono mengatakan, perubahan logo ini didasari dengan semakin pesatnya kemajuan bisnis global sehingga memotivasi pihaknya untuk lebih energik dan fleksibel dalam melakukan bisnis.

"Selain itu, juga bertujuan untuk mengarahkan kembali visi dan misi perusahaan sebagai satu-satunya BUMN perdagangan di Indonesia dan untuk menumbuhkan budaya memiliki perusahaan di kalangan karyawan, maka perubahan logo dilombakan bagi internal karyawan PT PPI dari seluruh Indonesia. Dari kita, oleh kita dan untuk kita," kata Wahyu di Jakarta, Selasa (31/3).


Ia mengakui, selama hampir 13 tahun perseroan masih belum mampu secara optimal memberikan kontribusi laba bagi bangsa ini. untuk itu, di tahun ini PPI tengah menyongsong proses perubahan menjadi lebih baik. Salah satu langkah perubahan yang dilakukan perseroan adalah dimulai dengan perubahan struktur organisasi perusahaan agar menjadi lebih fokus pada tujuan utama sebagai perusahaan perdagangan.

"Jika sebelumnya bisnis reguler PPI adalah perdagangan produk, maka saat ini PPI mulai melirik pada bisnis optimalisasi aset karena tidak mungkin PPI akan memiliki kinerja yang eksponen bila masih terpaku pada bisnis konvesional," ujar dia.

PT PPI merupakan BUMN di bidang perdagangan yang berdiri sejak 2003, perusahaan ini juga merupakan hasil dari merger tiga niaga yang bertujuan melakukan usaha di bidang perdagangan pada umumnya serta optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang dimiliki perseroan untuk menghasilkan barang atau jasa yang bermutu tinggi dan berdaya saing kuat untuk mendapatkan keuntungan guna meningkatkan nilai perseroan dengan menerapkan prinsip-prinsip perseroan terbatas. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya