Berita

andrinof chaniago/net

Menteri Andrinof: Pemerintah Canangkan Kebangkitan Industri dan Pariwisata

RABU, 01 APRIL 2015 | 06:33 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Di antara sasaran pembangunan sektor unggulan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla adalah bidang industri dan pariwisata.

"Kita mau ada kebangkitan industri dan pariwisata," kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Andrinof A Chaniago, saat menyampaikan sambutan dalam acara Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Gorontalo di Gorontalo (Selasa, 31/3).

Saat ini, ungkap Andrinof, peranan industri terhadap produk domestik bruto malah mengecil. Tentu saja ini aneh dan rawan. Sebab ini mengindikasikan Indonesia menjadi bangsa pengimpor dan menjadi bangsa konsumen. Bila demikian, maka ekonomi Indonesia akan terombang-ambing di tengah kondisi ekonomi dunia.


Karena itu, lanjut Andrinof, untuk mengatasi persoalan di atas, pemerintahan Jokowi-JK mau membangkitkan sektor industri. Yaitu misalnya dengan memanfaatkan bahan mentah yang dimiliki Indonesia, bukan menjual bahan mentah ke luar negeri dengan harga murah.

"Sumber daya alam di Indonesia menjadi hal yang sangat krusial. Saat ini sumber daya alam Indonesia benar-benar dikuras oleh asing untuk sumber energi. Padahal, di daerah yang kaya batubara, malah sering masih mengalami pemadaman bergilir. Ini ibarat Ayam mati di lumbung padi," ungkap Andrinof.

Karena itu, lanjutnya, pemerintah menjadikan kebangkitan industri sebagai prioritas dan salah satu sektor unggulan. Pemerintah pun akan membangun kawasan industri. Dan pemerintah saat ini menawarkan program teknopark kepada 100 kabupaten/kota yang siap.

Tujuan kawasan industri ini, lanjutnya, sangatlah penting. Sehingga produsen di dalam negeri tidak hanya berproduksi dengan sistem yang telalu sederhana. Misalnya petani saat ini, hanya bisa menanam, memetik, lalu menjualnya. Ke depan, petani harus menanam, memetik, mengolah, mengemas dan memasarkan produknya dengan canggih. Pun demikian dengan nelayan, harus bisa mengemas produk ikan dan memasarkan dengan canggih.

"Kita harus naik tingkat dari upaya tradisional atau semi tradisional menjadi pelaku ekonomi yang memilki nilai tambah, dengan memasukan teknologi," ungkap Andrinof.

Karena itu, sambungnya lagi, pemerintah akan membangun kawasan industri dan mencanangkan kawasan ekonomi khusus. Misalnya membangun pelabuhan industri, bukan membangun pelabuhan untuk jadi penampungan babubara yang akan dieskpor ke luar negeri.

Terkait dengan pariwisata, masih kata Andrinof, saat ini memang wisatawan yang datang ke Indonesia masih sangat minim. Bahkan wisatawan Indonesia hanya setengah dari wisatawan yang datang ke Singapura, dan hanya satu per tiga dari yang datang ke Malaysia. Padahal alam Indonesia sangat luar biasa dan Indah.

"Kita mau ada kebangkitan di bidang pariwisata," demikian Andrinof.

Andrinof menambahkan, secara umum, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015 pemerintahan baru ini adalah membangun pembangunan berkelanjutan. Yaitu pembangunan yang menjaga keberlanjutan kehidupan sosial masyarakat, menjaga peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat dan menjaga kualitas lingkungan hidup masyarakat. Misi RPJMN ini adalah menciptakan bangsa Indonesia sebagai bangsa mandiri secara ekonomi, sosial, budaya, dan politik, mengadakan pembangunan merata sehingga tercipta keadilan di seluruh di Indonesia.

"RPJMN juga berkomitmen untuk pembangunan sumber daya manusia yang mampu berkompetisi secara global. Targetnya adalah peningkatan share ekonomi dari Jawa ke luar Jawa, percepatan pembangunan di wilayah perbatasan, koefisien gini yang rendah, dan pembangunan manusia unggul secara inteligensia dan juga moral." demikian Andrinof. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya