Berita

joko widodo/net

Politik

Mahasiswa Minta Jokowi dan KIH Kompak Tangani Kondisi Darurat

SELASA, 31 MARET 2015 | 14:56 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Saat ini bangsa sedang dalam kondisi darurat. Dalam bidang politik, konflik kepentingan bertebaran di antara para elite. Bidang ekonomi makro maupun mikro bangsa ini juga tengah mengalami ketidakjelasan. Di lain pihak, masyarakat terabaikan lantaran harga kebutuhan pokok naik di sana-sini.

Menanggapi hal tersebut, Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) mengharapkan keseriusan pemerintah dalam menanganinya.

"Masalah besar ini harus segera diselesaikan oleh pemerintahan Jokowi, tanpa terkecuali anggota Koalisi Indonesia Hebat (KIH) yang merupakan koalisi partai pendukung Jokowi. KAMMI berharap pemerintah dan KIH semakin solid untuk menyelesaikan masalah bangsa," kata Ketua Bidang Kebijakan Publik PP KAMMI Barri Pratama dalam keterangannya, Selasa (31/3).


Barri menjelaskan, KAMMI sadar betul akan tugasnya untuk mengingatkan, baik dengan metode diskusi dan pembangunan opini maupun aksi turun ke jalan. "Semangat KAMMI adalah semangat membangun bangsa. Upaya menyadarkan pemerintah yang lalai ialah salah satu bentuk bentuk nasionalisme KAMMI," lanjutnya.

Lebih lanjut, Barri menyatakan harapan pihaknya bahwa PDIP yang sering digadang-gadang sebagai partai wong cilik beserta anggota KIH lainnya, yakni Partai Nasdem, Partai Hanura, dan PKB membuktikan keberpihakannya kepada kebutuhan wong cilik.

"KAMMI meyakini setiap kebijakan pemerintah tidak akan terlepas dari koalisi partai pengusung. Di luar partai, Presiden Jokowi sendiri memiliki pendukung setia yang merupakan para relawan pada Pilpres 2014 kemarin. Sayangnya, satu semester perjalanan pemerintah sekarang, malah wong cilik yang 'kena batu'nya," tutupnya.

Dengan tujuan mendorong kekompakan dan kesolidan pemerintah dan KIH tentunya, KAMMI terus menyuarakan ultimatum Jokowi kepada masyarakat. Agar perbaikan segera dilakukan pemerintah dan rakyat kecil tidak menjadi korban. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya