Berita

joko widodo/net

Rakyat Semakin Menderita, Mahasiswa dan Tenaga Kesehatan se-Malang Raya 'Bangunkan' Jokowi

SELASA, 31 MARET 2015 | 11:36 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Presiden Joko Widodo harus bangun dan segera bekerja untuk mensejahterakan kehidupan rakyat Indonesia.

Permintaan itu disuarakan oleh sekitar seribu massa yang terdiri dari para dokter, perawat dan mahasiswa se-Malang Raya dalam aksi damai di Malang Jawa Timur (Senin kemarin, 30/3).

Mereka menuntut Presiden Jokowi agar segera memperbaiki jalannya pemerintahan, yang semakin tidak jelas arahnya. "Jokowi bangunlah, rakyat sudah semakin tersiksa dengan kebijakanmu. BBM kau naikkan, subsidi kau cabut dan harga-harga terus melejit. Rakyat semakin menderita, bangunlah... Jokowi," ujar seorang orator.


Menurut mereka, janji Jokowi akan prorakyat hanyalah pencitraan untuk mendapat dukungan. Terbukti semua kebijakan pemerintah sekarang selalu diserahkan ke pasar.

"Ada pengelolaan yang salah dengan negeri ini, rakyat miskin semakin bertambah. Tegakkan hukum, berikan keadilan, perkuat malaikat penjaga keuangan negara yakni KPK, maka kami akan mendukungmu bagai manusia setengah dewa," katanya.

Sementara itu Ketua Aksi, dr Atma Gunawan mengungkapkan bahwa sebagai dokter, perawat dan mahasiswa, pihaknya tidak akan tinggal diam melihat kondisi negara yang semakin memprihatinkan saat ini.

Menurutnya, KPK yang bekerja menyelamatkan keuangan negara justru dikerdilkan oleh pemerintahan Jokowi. "KPK telah menyelamatkan Rp 152 triliun, kalau dibagikan kepada paramedis seluruh Indonesia, masing-masing akan mendapatkan Rp 1,9 miliar," imbuhnya.

Terakhir, mereka meminta Presiden Jokowi menurunkan harga bahan pokok dan melakukan reformasi di bidang penegakkan hukum. "Perkuat peran KPK, turunkan harga bahan pokok, reformasi penegak hukum dan kesejahteraan aparatur negara," tukas Atma Gunawan. [rus]

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Brimob Polda Metro Jaya Bubarkan Balap Liar di Pulogadung

Minggu, 17 Mei 2026 | 14:17

Istana Ungkap Cadangan Beras di Bulog Tembus 5,3 Juta Ton

Minggu, 17 Mei 2026 | 14:04

Kasasi Bisa Perjelas Vonis Banding Luhur Ditambah Beban Uang Pengganti

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:45

Putusan MK soal IKN Dianggap Beri Kepastian Hukum

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:39

“Suamiku Lukaku” Angkat Luka Perempuan Korban KDRT

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:14

Prabowo Minta Pindad Rancang Mobil Presiden Khusus untuk Sapa Rakyat

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:14

Penyederhanaan Sistem Partai Tak Harus dengan Threshold Tinggi

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:10

Nasabah PNM Denpasar Sukses Ubah Sampah Pantai jadi Cuan

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:59

Hukum yang Layu: Saat Keadilan Kehilangan Hati Nurani

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:43

Andrianto Andri: Tokoh Sumatera Harus Jadi Cawapres 2029

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:11

Selengkapnya