Berita

gunung padang/net

Lacak Artefak Kawasan Gunung Padang Segera Dilaksanakan

SELASA, 31 MARET 2015 | 09:52 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Kegiatan Lacak Artefak Kawasan Gunung Padang akan dilaksanakan pada tanggal 3-5 April 2015 mendatang. Kegiatan ini dilakukan setelah melalui serangkaian persiapan selama hampir tiga bulan.

Persiapan yang dilakukan adalah rapat koordinasi termasuk dengan instansi terkait dan warga setempat, perizinan, pembekalan materi, serta pelatihan di lapangan.

Arkeolog UI yang juga Ketua Masyarakat Arkeologi Indonesia (MARI), Dr. Ali Akbar mengatakan, dangan berbagai upaya itu, kegiatan Lacak Artefak yang akan diikuti 100 peserta ini diharapkan dapat berjalan lancar.


Lacak Artefak adalah kegiatan yang dilaksanakan oleh Masyarakat Arkeologi Indonesia (MARI) dengan konsep baru. Konsep yang dimaksud adalah racikan Public Archaeology and Creative Tourism untuk mengetengahkan The Great Indonesia.

"Peninggalan purbakala diharapkan tidak hanya berguna untuk ilmu dan ilmuwan semata tetapi juga untuk masyarakat setempat dan bangsa Indonesia," ujar Ali Akbar kepada redaksi, Selasa (31/3).

Kawasan Gunung Padang dipilih sebagai lokasi awal kegiatan karena berdasarkan penelitian intensif selama sekitar 4 tahun terakhir ditemukan berbagai bukti peradaban masa silam. Situs Gunung Padang ternyata merupakan bangunan prasejarah seluas minimal 29,1 hektar. Selain itu, situs ini diduga kuat didukung dan dikelilingi oleh situs-situs lain dalam radius sekitar 5 kilometer dari Situs Gunung Padang. Kawasan inilah yang akan dilacak atau ditelusuri kemungkinan kepurbakalaannya.

Ali Akbar menjelaskan, salah satu targetnya adalah mewujudkan Dark Sky Region yakni area pengamatan benda langit atau bintang di kawasan Gunung Padang.

Lacak Artefak dilaksanakan oleh MARI bekerja sama dengan berbagai elemen dan komunitas seperti Asosiasi Pilot Drone Indonesia (APDI), Bike to Work (b2w), Pramuka, Genkreatif, Majalah Explore, dan Geographical Mountaineering Club UI.

"Kerja sama dengan berbagai pihak akan terus dikembangkan untuk memperoleh hasil yang lebih maksimal," tukas Ali Akbar yang juga terlibat dalam Tim Terpadu Riset Mandiri (TTRM) Situs Gunung Padang. [rus]

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Brimob Polda Metro Jaya Bubarkan Balap Liar di Pulogadung

Minggu, 17 Mei 2026 | 14:17

Istana Ungkap Cadangan Beras di Bulog Tembus 5,3 Juta Ton

Minggu, 17 Mei 2026 | 14:04

Kasasi Bisa Perjelas Vonis Banding Luhur Ditambah Beban Uang Pengganti

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:45

Putusan MK soal IKN Dianggap Beri Kepastian Hukum

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:39

“Suamiku Lukaku” Angkat Luka Perempuan Korban KDRT

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:14

Prabowo Minta Pindad Rancang Mobil Presiden Khusus untuk Sapa Rakyat

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:14

Penyederhanaan Sistem Partai Tak Harus dengan Threshold Tinggi

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:10

Nasabah PNM Denpasar Sukses Ubah Sampah Pantai jadi Cuan

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:59

Hukum yang Layu: Saat Keadilan Kehilangan Hati Nurani

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:43

Andrianto Andri: Tokoh Sumatera Harus Jadi Cawapres 2029

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:11

Selengkapnya