Berita

Empat Janji Kebangsaan Perlu Giat Dibumikan Demi Pemahaman Hakikat Berbangsa

SELASA, 31 MARET 2015 | 00:21 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pembukaan UUD 1945 secara esensial sarat dengan pesan pendiri bangsa mengenai arti pentingnya Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika.

Maka dari itu, keempat janji kebangsaan itu penting dibumikan demi membangkitkan kembali pemahaman akan hakikat kita sebagai bangsa. Terutama membangkitkan kembali pemahaman mengenai nilai yang mendasari kebersamaan kita sebagai bangsa dan tujuan kita dalam berbangsa dan bernegara.

Begitu petikan pidato Ketua MPR RI Zulkifli Hasan dalam sosialisasi pilar kebangsaan di kantor Gubernur Jateng, Semarang (Senin, 30/3).


Dijelaskan Zulhas, begitu ia disapa, bahwa landasan atau dasar negara harus jadi sumber dari segala sumber hukum yang melandasi negara dan dapat melindungi bangsa Indonesia. Dasar hukum itu harus dapat jadi dasar untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

"Nah, satu-satunya dasar negara tersebut adalah Pancasila, yang telah menjiwai bangsa ini ratusan tahun lalu. Jadi tidak ada keraguan bagi kita untuk akui Pancasila sebagai landasan negara yang bersifat aksiomatik, self evidence dan merupakan pijakan kita sebagai bangsa untuk menuju tujuan kita," tegasnya.

Di samping itu, lanjut Zulhas, bangsa Indonesia yang secara faktual adalah bangsa majemuk yang terdiri dari berbagai suku, ras, agama maupun golongan, merupakan cerminkan kebhinnekaan bangsa kita.

"Hanya dengan mengukuhkan semboyan Bhinneka Tunggal Ika dalam sanubari kita, maka persatuan akan dapat terjamin. Karena kita dapat menyadari arti pentingnya toleransi dalam tatanan sosial berbangsa," imbuh ketua umum PAN itu.

Dalam hal tatanan kenegaraan, masih lanjut Zulhas, hal tersebut terwujud dalam bentuk pilihan negara yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesian (NKRI).

"Dengan NKRI, kita memerdekakan diri sebagai satu bangsa yang bersatu dan menjalankan kemerdekaan sebagai satu bangsa yang bersatu pula," tandasnya.[dem]


Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya