Berita

Khofifah Indar Parawansa/net

Menteri Khofifah: Memahami Budaya Indonesia Jangan Pakai Kacamata Jakarta

SENIN, 30 MARET 2015 | 07:43 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Keragaman suku, budaya dan tradisi merupakan wujud dari kekayaan dan kebhinekaan bangsa Indonesia. Untuk memahami mesti menggunakan cara pandangan mereka, termasuk terhadap Suku Anak Dalam di Jambi.

"Untuk memahami suku, budaya dan tradisi di negeri ini, jangan memakai kacamata Jakarta. Pasalnya, bisa menjadi hegemoni padahal negeri ini menjunjung tinggi kebhinekaan," kata Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dalam keterangannya, Senin (30/3).

Terkait Suku Anak Dalam di Jambi, mereka harus dipahami dalam budaya dan adat istiadat setempat, sehingga dalam pemberdayaan tidak asal kasih melainkan melalui tahap pendekatan dan pemahaman budaya lokal.


"Jangan bilang ada data salah atau bagaimana. Datanglah ke sana, kenali lebih dekat sifat dan karakteristik pelakuan mereka terhadap suatu benda. Jadi, kalau Anda tidak turun langsung, maka tidak akan wise," tegasnya.

Tim Kementerian Sosial (Kemensos) masih di lokasi Suku Anak Dalam. Salah satunya melakukan pendekatan, mengetahui kebutuhan dan upaya pemberdayaan terhadap mereka yang sesuai. "Tim kami masih di sana sudah melakukan assesmen dua kali. Pendekatan pelan-pelan yang mengedepankan kearifan lokal, jadi tidak sok tahu menafsiri mereka," tegasnya.

Saat ini, Kemensos, Kementerian Lingkungan Hidup dan Pemerintah Daerah (Pemda) dan para pihak terkait lainnya terus melakukan pendampingan terhadap Suku Anak Dalam. Misalnya, pelan-pelan ditawari tenda untuk tempat tinggal, dan mereka meminta tenda yang ringan saja. Sebab, sewaktu ada ritual melangun atau meratap tenda tersebut bisa dibawa pindah.

"Untuk keperluan pendidikan mereka pun mau, tapi minta tidak keluar dari wilayah yang ditinggali. Maka, tenaga pengajar pun didatangkan ke lokasi tersebut," ujarnya.

Kini, lahan seluas 114 hektar yang diperuntukan untuk berladang sudah dipatok termasuk wilayah Hak Guna Usaha (HGU). Jadi, tinggal mengajak mereka mulai berladang di sana.

Untuk memasok kebutuhan pangan, Presiden Joko Widodo telah memerintahkan mengirimkan beras dalam jumlah cukup, ditambah bantuan beras dari pemda provinsi setempat, serta didukung Kemensos. Juga, permakanan dipasok, misalnya, ikan maunya seperti apa. Artinya, beras dan permakanan sudah didistribusikan ke mereka, tinggal lahan garapan yang terus dilakukan pendampingan.

"Dalam tradisi melangun disarankan tidak semua warga ikut berpindah, melainkan sebagian bertahan untuk terus berladang. Sebab, kalau ditinggalkan bisa saja lahan diambil orang lain," tukas Khofifah.

Sebelumnya, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) dan Solidaritas Advokat untuk Pengendalian Tembakau menggugat Menteri Khofifah atas pembagian rokok gratis kepada suku anak dalam atau orang rimba di Jambi. Mereka menilai, tindakan yang dilakukan Khofifah tersebut merupakan bentuk pengabaian kesehatan masyarakat. Selain itu, konsumsi rokok telah terbukti memiskinkan masyarakat di kalangan rumah tangga miskin. Tindakan bagi-bagi rokok gratis tersebut bertentangan dengan tugas dan fungsi pemerintah. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya