Berita

tb hasanuddin/net

Politik

MENUJU KONGRES PDIP

TB Hasanudin: Kepemimpinan Megawati di PDIP Adalah Keharusan

MINGGU, 29 MARET 2015 | 15:03 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Ketua DPD PDIP Jawa Barat TB Hasanudin kembali menegaskan Banteng Jabar tetap bulat mendukung Megawati Soekarnoputri menjadi ketua umum DPP PDIP periode 2015-2020 pada Kongres IV di Bali pada 9-12 April 2015 nanti.

TB merasa perlu menyatakan hal ini lantaran banyak manuver politik, termasuk hasil survei Poltracking yang menempatan Megawati di dua urutan terbawah.

"Kalau prosedur seseorang menjadi ketua umum, ia harus melalui ketentuan partai yang berlaku," tegas anggota DPR RI ini saat ditemui di Bandung, Jabar (Minggu, 29/3).


Menurut TB, untuk pemilihan ketua umum di internal, partai mengacu pada SK 066 dan SK 067 yang menyebutkan bahwa para unsur pimpinan itu diusulkan dari bawah atau bottom up. Pemilihan ketua anak ranting, ketua ranting (tingkat desa), ketua PAC, DPC, DPD sampai ketum DPP dijaring dari grass root, dan setiap kader boleh mengusulkan calon pemimpinnya.

"Sampai saat ini Megawati Soekarnoputri diusulkan kembali menjadi ketua umum masa bakti 2015-2020 oleh seluruh kader mulai dari tingkat ranting hingga DPD seluruh Indonesia, secara aklamasi melalui Musancab, Konfercab dan Konferda," ujarnya dilansir dari laman RMOL Jabar.

TB menyatakan suara bulat diperoleh ini lantaran para kader dan simpatisan masih yakin terhadap kepemimpinan Megawati. Putri Proklamator Bung Karno itu masih diperlukan untuk menjaga konsolidasi partai, dan sekaligus menjaga kinerja Presiden Jokowi sebagai petugas partai.

"Kepemimpinan Megawati di PDIP adalah keharusan untuk persiapan transisi kepemimpinan partai 5 tahun ke depan. Ibu Mega ingin memastikan regenerasi kepemimpinan partai sebesar PDI Perjuangan tak boleh serampangan," tandas mantan Sekretaris Militer ini. [rus]

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Brimob Polda Metro Jaya Bubarkan Balap Liar di Pulogadung

Minggu, 17 Mei 2026 | 14:17

Istana Ungkap Cadangan Beras di Bulog Tembus 5,3 Juta Ton

Minggu, 17 Mei 2026 | 14:04

Kasasi Bisa Perjelas Vonis Banding Luhur Ditambah Beban Uang Pengganti

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:45

Putusan MK soal IKN Dianggap Beri Kepastian Hukum

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:39

“Suamiku Lukaku” Angkat Luka Perempuan Korban KDRT

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:14

Prabowo Minta Pindad Rancang Mobil Presiden Khusus untuk Sapa Rakyat

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:14

Penyederhanaan Sistem Partai Tak Harus dengan Threshold Tinggi

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:10

Nasabah PNM Denpasar Sukses Ubah Sampah Pantai jadi Cuan

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:59

Hukum yang Layu: Saat Keadilan Kehilangan Hati Nurani

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:43

Andrianto Andri: Tokoh Sumatera Harus Jadi Cawapres 2029

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:11

Selengkapnya