Berita

joko widodo/net

Politik

Kesan Jokowi yang Merakyat Harus Dibuktikan

MINGGU, 29 MARET 2015 | 08:45 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Kajian dan analisis Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) menyimpulkan, kebijakan ekonomi Presiden Jokowi adalah liberal. Bukti nyatanya ialah membebaskan harga minyak ke pasar dan menghilangkan subsidi untuk rakyat.

Dengan demikian, pemerintah telah melanggar UUD 1945. Ditambah lagi, pemerintah malah menutup mata atas penderitaan rakyat serta menutup telinga dari teriakan masyarakat. Kondisi ekonomi seperti ini memperlihatkan Jokowi belum juga mampu memimpin negara, yakni melindungi hak atau kemakmuran rakyat.

Menurut Ketua Bidang Kajian Publik PP KAMMI Barri Pratama, Presiden Jokowi seharusnya mampu menyelesaikan permasalahan ekonomi bangsa tanpa mencekik rakyat kecil.


"Kesan publik yang selama ini menyebut Jokowi sebagai presiden yang merakyat dan hobi blusukan itu harus dibuktikan. Adalah aneh jika ihwal kenaikan harga BBM ini disebut sebagai bukan urusan presiden. Ini masalah bangsa dan rakyat yang menjadi tanggung jawab presiden," kata Barri Pratama dalam keterangannya, Minggu (29/3).

Barri tidak sependapat jika kenaikan BBM di Indonesia dikaitkan dengan kekisruhan yang terjadi di Timur Tengah yang berdampak pada harga minyak dunia. Dirinya meyakini, seyogianya pemerintah berpikir untuk menemukan solusi lain tanpa mengorbankan rakyat kecil. (Baca: KAMMI Tak Akan Segan Ajak Rakyat untuk Duduki Istana Negara)

"Pencabutan subsidi semena-mena merupakan cara praktis yang hanya akan mengorban wong cilik," tukasnya. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya