Berita

rini soemarno/net

Politik

Menteri Rini Akan Digugat Terkait Pengangkatan Direksi dan Komisaris BUMN

JUMAT, 27 MARET 2015 | 18:38 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu berencana menggugat Menteri BUMN Rini Soemarno karena mengangkat direksi dan komisaris di sejumlah BUMN tidak sesuai perintah undang-undang dan peraturan tentang BUMN.

Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu, FX.Arief Poyuono mengatakan dalam pengangkatan direksi dan komisaris tersebut Menteri Rini patut diduga melanggar Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-02/MBU/02/2015 Tentang Persyaratan dan Tatacara Pengangkatan dan Pemberhentian Dewan Komisaris BUMN, Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-03/MBU/02/2015 Tentang Persyaratan dan Tatacara Pengangkatan dan Pemberhentian Dewan Direksi BUMN, serta UU Nomor 19 Tahun 2003 Tentang BUMN.

"Indikasi pelanggaran antara lain, direksi yang diangkat tidak memiliki pengetahuan di bidang usaha persero BUMN yang ditempatinya, dan tidak melalui uji kepatutan dan kelayakan," kata Arief dalam keterangannya kepada redaksi, Jumat (27/3).


Dia mencontohkan, Sukardi Rinakit yang ditempatkan sebagai Komisaris Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk patut diduga tidak memiliki pengetahuan yang memadai di bidang usaha jasa perbankan. Sukardi merupakan alumnus Fakultas Kriminologi. Refly Harun yang diplot menjadi Komisaris Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk patut diduga tidak memiliki pengetahuan di bidang usaha jasa jalan tol. Refly alumnus hukum dan sejauh ini dikenal sebagai advokat spesialis pilkada dan pengamat hukum tata negara.

Kemudian, ada Cahaya Dewi Rembulan Sinaga yang masuk di jajaran Dewan Komisaris PT Bank Mandiri memiliki pengalaman minus sebagai banker dan hanya berlatar belakang sebagai akademisi dan pengelola unit usaha Universitas Trisakti. Lalu, pengangkatan direksi Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk diduga tidak melalui uji kepatutan dan kelayakan yang memenuhi standar.

"Patut diduga pengangkatan mereka dilatarbelakngi politik bagi-bagi kekuasaan kepada parpol atau kelompok politik pendukung Jokowi saat Pilpres. Cahaya misalnya dikenal sebagai relawan Jokowi-JK yang aktif saat kampanye pilpres," papar Arief.

Dia menekankan pengangkatan direksi dan komisaris di empat BUMN tersebut sangat jelas tidak memenuhi persyaratan material sebagaimana ditegaskan Permen BUMN Nomor PER-02/MBU/02/2015 Tentang Persyaratan dan Tatacara Pengangkatan dan Pemberhentian Dewan Komisaris BUMN. Sangat jelas pada BAB 2 hurup B angka 4 dalam Permen tersebut disebutkan bahwa persyaratan materiel yang harus dipenuhi oleh Komisaris BUMN yaitu memiliki pengetahuan yang memadai di bidang usaha persero/perum dimana yang bersangkutan dicalonkan.

"Sangat jelas Menteri Rini sudah teledor dan melanggar azas azas pengelolahan BUMN dan Negara yang berpihak pada good governance dan good corporate governance," papar Arief, bahwa gugatan ke Menteri Rini akan didaftarkan pihaknya pada Senin 30 Maret 2015 ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta.

Selain itu, kata Arief, pihaknya juga akan meminta hasil fit n proper test ke empat komisaris BUMN yang sudah diangkat dengan mengunakan UU Keterbukaan Informasi Publik dimana kementerian negara BUMN sebagai peyelenggara negara masuk sebagai objek yang bisa dimintai informasinya oleh publik.

"Jika dalam waktu yang ditentukan Menteri BUMN tidak memberikan informasi yang diminta oleh FSP BUMN Bersatu maka Rini Sumarno dapat dipidanakan," tukasnya.[dem]

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

UPDATE

Realisasi Pendapatan Perparkiran di Jakarta Memble

Senin, 10 Agustus 2026 | 04:21

Keluarga Sutrimo Tak Lagi Pasrah soal Penyebab Kematian Karumga Febrie

Senin, 10 Agustus 2026 | 04:18

Rp4,1 Triliun BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II segera Cair

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:36

Penjarahan dan Keruntuhan Kota Roma, 410 M

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:16

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

Pancasila Dasar Negara Kita

Senin, 10 Agustus 2026 | 02:43

Rudy Tanoe Bantah Mangkir Panggilan KPK

Senin, 10 Agustus 2026 | 02:16

Waspada Banjir Rob Rendam Kawasan Pesisir Jateng

Senin, 10 Agustus 2026 | 02:00

Dibuka Sayembara Rp100 Juta untuk Ijazah SMA Gibran

Senin, 10 Agustus 2026 | 01:28

Zikir Kebangsaan di Istiqlal

Senin, 10 Agustus 2026 | 01:08

Selengkapnya