Berita

Syarif Alkadrie/net

Fraksi Nasdem: Daerah Perbatasan Harus Jadi Prioritas

JUMAT, 27 MARET 2015 | 12:04 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Fraksi Partai Nasdem DPR RI menerima perwakilan warga Sangihe, Sulawesi Utara di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (25/3) lalu. Mereka diterima Sekretaris Fraksi Nasdem Syarif Alkadrie.

Warga suku Sangihe dan Talaud yang berdiam di Filipina menyampaikan kenginan masyarakat yang tinggal di pesisir selatan Pulau Mindanao ini untuk mendapatkan status kewarganegaraan Indonesia.

Perwakilan warga Sangihe dan Talaud ini menyampaikan keluhan tentang kurangnya kepedulian pemerintah pusat dalam mengurus status kewarganegaraan saudara mereka yang berdiam di kepulauan perbatasan Indonesia-Filipina.


"Sampai saat ini mereka tidak memiliki KTP Indonesia, padahal mereka ikut pemilu loh," ungkap salah satu perwakilan.

Penyebaran domisili suku Sangihe di pesisir selatan Pulau Mindanao ada di Milata, Tanjung Tinaka, Glan, dan Kiamba. Sedangkan untuk suku Talaud di pesisir timur hingga selatan Pulau Mindanao tinggal di Mati, Tanjung San Agustin, Distrik Surup, Penerose, dan Pantukan.

Lebih lanjut dijelaskan perwakilan warga perbatasan Nusa Utara-Filipina yang diterima Syarifini, masyarakat di sana banyak menghadapi problem human trafficking, kriminalitas, kemiskinan, dan permasalahan sosial lain yang dihadapi warga perbatasan.

Syarif berkomitmen untuk meneruskan persoalan ini kepada pihak terkait.

"Kementerian Dalam Negeri dan kementerian terkait perlu segera turun untuk membereskan permasalahan ini. Dan tentu saja, saya akan membawa hal ini dalam rapat komisi II DPR nanti," ucap Syarif dalam keterangannya (Jumat, 27/3).

Syarif juga segera melibatkan anggota Fraksi Nasdem di Komisi I, III, dan komisi terkait. Ia menegaskan bahwa negara harus hadir dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi rakyatnya, ini sesuai dengan komitmen awal Partai Nasdem pengusung Gerakan Perubahan.

"Mendengarkan rakyat, mencari pilihan solusi, dan mengarahkan penyelesaian masalah merupakan tugas kami di DPR," tegasnya.

Syarif menambahkan bahwa problem yang dihadapi warga perbatasan seperti di Nusa Utara sebenarnya juga dihadapi oleh warga di wilayah perbatasan lainnya. Oleh karenanya, cara pandang 'pulau terluar' yang sejak lama ada harus segera diubah dengan cara pandang 'pulau terdepan'.

"Dengan cara pandang ini, pulau dan daerah perbatasan Indonesia harus menjadi prioritas, karena pulau terdepan adalah etalase Indonesia," pungkasnya tegas. [rus]

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Brimob Polda Metro Jaya Bubarkan Balap Liar di Pulogadung

Minggu, 17 Mei 2026 | 14:17

Istana Ungkap Cadangan Beras di Bulog Tembus 5,3 Juta Ton

Minggu, 17 Mei 2026 | 14:04

Kasasi Bisa Perjelas Vonis Banding Luhur Ditambah Beban Uang Pengganti

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:45

Putusan MK soal IKN Dianggap Beri Kepastian Hukum

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:39

“Suamiku Lukaku” Angkat Luka Perempuan Korban KDRT

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:14

Prabowo Minta Pindad Rancang Mobil Presiden Khusus untuk Sapa Rakyat

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:14

Penyederhanaan Sistem Partai Tak Harus dengan Threshold Tinggi

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:10

Nasabah PNM Denpasar Sukses Ubah Sampah Pantai jadi Cuan

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:59

Hukum yang Layu: Saat Keadilan Kehilangan Hati Nurani

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:43

Andrianto Andri: Tokoh Sumatera Harus Jadi Cawapres 2029

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:11

Selengkapnya