Berita

Maneger Nasution

Komjen Badrodin Diapresiasi, Giliran Jokowi harus Keluarkan PP soal Jilbab

JUMAT, 27 MARET 2015 | 10:35 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Komnas HAM sungguh mengapresiasi itikad baik Polri yang telah menunaikan kewajiban negara dalam pemenuhan hak-hak dasar konstitusional warga negara, khususnya hak-hak kaum perempuan yang ingin mengamalkan agamanya, seperti dijamin dalam pasal 28 dan 29 UUD 45 serta UU 39/1999 tentang HAM.

Demikian disampaikan Komisioner Komnas HAM, Maneger Nasution, terkait izin pemakaian jilbab bagi polisi wanita dalam pesan singkat yang diterima sesaat lalu (Jumat, 27/3).

Karena dalam perspektif HAM, kata Maneger, pemenuhan HAM bagi semua warga negara itu adalah utamanya kewajiban negara.


"Sekali lagi, Komnas HAM sungguh mengapresiasi keputusan Polri dalam memenuhi HAM warganya (polwan). Ini penting untuk memperlihatkan political will negara, khususnya Polri," jelasnya.

Dia mengingatkan, pihak yang paling banyak diadukan masyarakat kepada Komnas HAM pada tahun 2014 sebagai yang diduga pelanggar HAM adalah Polri.

"Semoga ini (izin berjilbab) pertanda cuaca baik pembangunan trust masyarakat kepada Polri dan pada akhirnya dapat menghadirkan keyakinan publik bahwa negara/polri serius menegakkan HAM di negeri ini, dimulai dari sendiri, memenuhi HAM warganya/polwan sendiri," imbuhnya.

"Perkap Polri itu layak diapresiasi dan dicontoh," tandasnya.

Makanya, Perkap jilbab yang ditandatangani Komjen Badrodin Haiti itu perlu dicontoh lembaga lainnya. Bahkan, untuk menyelesaikan semua HAM perempuan, khususnya yang ingin mengamalkan agamanya dengan berjilbab, ada baiknya Presiden Jokowi mengambil tanggung jawab.

"Sebagai pemimpin tertinggi Indonesia, dalam sistem presidensial, Presiden diharapkan menerbitkan semacam PP yang berkaitan tentang ketentuan pakaian kerja/dinas bagi polwan/TNI-wanita, ANS/PNS, sekolah, rumah sakit dan lain-lain yang berkaitan dengan simbol-simbol dan identitas keagamaan dan kultural," demikian Maneger Nasution. [zul]

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

BGN Setop Sementara Operasional 1.276 SPPG, Ini Sebabnya

Kamis, 17 September 2026 | 01:56

DPR Apresiasi Kejagung Sita Aset dalam Kasus Febrie Tanpa Pandang Bulu

Kamis, 17 September 2026 | 01:30

Perang Dunia Ketiga Is Coming?

Kamis, 17 September 2026 | 01:04

KKP dan FAO Bidik Sektor Perikanan Genjot Ketahanan Pangan

Kamis, 17 September 2026 | 00:49

Kasus Teror di Papua Bikin Masyarakat Ragu dengan Kemampuan TNI-Polri

Kamis, 17 September 2026 | 00:20

Pemimpin Merupakan Refleksi Sistem Politik yang Dibangun Masyarakat

Kamis, 17 September 2026 | 00:01

Pergantian Menteri Harus Jadi Momentum Perkuat Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 16 September 2026 | 23:35

Ada “Nama Ajaib”, Bos Pajak dan Bea Cukai Minta Rotasi Era Purbaya Dibatalkan

Rabu, 16 September 2026 | 23:08

KPK Didesak Bongkar Jaringan Sistematis Korupsi Layanan ATR/BPN

Rabu, 16 September 2026 | 22:41

Prabowo: PT Timah Untung 900 Persen Berkat Efisiensi BUMN

Rabu, 16 September 2026 | 22:36

Selengkapnya