Berita

Somasi Sentul City ke Adian Napitupulu dan Kades Bojong Koneng Berlebihan

KAMIS, 26 MARET 2015 | 22:00 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Somasi yang dilayangkan pihak Sentul City kepada Kepala Desa Bojong Koneng, H. Agus Syamsudin dan satu warganya, H. Deni Gunarja adalah tindakan yang berlebihan. Terlebih, somasi tersebut juga ditembuskan kepada pimpinan DPR RI.

Somasi dilayangkan Sentul City terkait kedatangan anggota Komisi II DPR Adian Napitupulu dalam kunjungan masa reses pada 8 Maret 2015 lalu ke desa tersebut untuk menyerap dan mendengar asiparasi masyarakat.

"Terlalu berlebihan kalau disomasi. Dan saya kira setiap anggota DPR mempunyai hak konstitusional untuk datang ke masyarakat untuk menyerap aspirasi," kata Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Wahidin Halim ketika dihubungi di Jakarta, Kamis (26/3).


Ia mengatakan Komisi II DPR salah satunya memang membidangi pertanahan, sehingga kedatangan Adian ke masyarakat sesuai dengan tugasnya.

"Itu (Adian) anggota kita, harus kita bela karena itu sesuai dengan tugas-tugas kita," katanya.

Selain itu, ia menegaskan masyarakat tidak perlu trauma terkait somasi yang dilayangkan Sentul City. Sebab, masyarakat memiliki hak untuk mengundang anggota dewan, dan anggota dewan memiliki kewajiban untuk menyerap aspirasi.

"Tidak diundang saja kita memang harus datang," tandasnya.

Somasi yang dilayangkan pihak Sentul City ini bermula dari undangan masyarakat Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor terhadap anggota Komisi II DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Adian Napitupulu.

Acara tatap muka dan serap aspirasi masyarakat tersebut berlangsung pada 8 Maret 2015 dan dihadiri oleh Kades, tokoh dan masyarakat setempat, namun keesokan harinya 9 Maret 2015, Sentul City melayangkan somasi kepada Kepala Desa Bojong Koneng, H. Agus Syamsuddin dan satu warga lainnya, yaitu H. Deni Gunarja terkait yg menjadi pengundang di acara tersebut.[dem]

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

UPDATE

Realisasi Pendapatan Perparkiran di Jakarta Memble

Senin, 10 Agustus 2026 | 04:21

Keluarga Sutrimo Tak Lagi Pasrah soal Penyebab Kematian Karumga Febrie

Senin, 10 Agustus 2026 | 04:18

Rp4,1 Triliun BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II segera Cair

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:36

Penjarahan dan Keruntuhan Kota Roma, 410 M

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:16

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

Pancasila Dasar Negara Kita

Senin, 10 Agustus 2026 | 02:43

Rudy Tanoe Bantah Mangkir Panggilan KPK

Senin, 10 Agustus 2026 | 02:16

Waspada Banjir Rob Rendam Kawasan Pesisir Jateng

Senin, 10 Agustus 2026 | 02:00

Dibuka Sayembara Rp100 Juta untuk Ijazah SMA Gibran

Senin, 10 Agustus 2026 | 01:28

Zikir Kebangsaan di Istiqlal

Senin, 10 Agustus 2026 | 01:08

Selengkapnya