Berita

jusuf kalla/net

APKLI Sesalkan Pernyataan Menyudutkan Wapres JK

KAMIS, 26 MARET 2015 | 07:49 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI)  menyambut mengapresiasi peresmian Indeks Kota Cerdas (smart city) Indonesia oleh Wapres RI Jusuf Kalla dua hari lalu.

Ketua Umum DPP APKLI Ali Mahsun mengatakan, smart city merupakan harapan semua pihak, tak terkecuali pedagang kaki lima (PKL). Namun demikian, mart city bukan berarti mencerabut khasanah budaya, karakter dan jatidiri bangsa. Juga tidak boleh menyudutkan PKL sebagai biang tidak majunya sebuah kota, atau tidak masuk dalam kategori mart city. Karena PKL memiliki hak konstitusional sebagai warga negara yang dijamin konstitusi.

"Oleh karena itu, APKLI menyesalkan pernyataan Wapres JK saat meresmikan Indeks Kota Cerdas Indonesia yang menstigma negatif PKL sebagai bagian dari penyebab tidak majunya sebuah kota di Indonesia," tegas Ali Mahsun di Jakarta (Kamis, 25/3).


Kota dapat dikatakan cerdas jika PKL tertata rapi, indah, disiplin dan sejahtera sebagaimana di Thailand. Di Negeri Gajah  Thailand, kata Ali Mahsun, PKL jadi garda depan devisa negara dan 30 juta wisatawan asing tiap tahun bersentuhan langsung dengan PKL. Lalau, kenapa kenyataan di Indonesia sangat paradoks? PKL masih terstigma negatif, diintimidasi, dan digusur semena-mena tak berperikemanusiaan. Bahkan tidak jarang bopengkan Ibukota Jakarta dengan kekerasan terhadap PKL. Lebih dari itu, PKL kerap dijadikan kambing hitam atas kegagalan pemerintah kelola bangsa negara. Sangat tidak etis dan irrasional PKL dianggap sebagai biang kerok rendahnya kunjungan wisata asing ke Indonesia dan tidak majunya sebuah kota.

"APKLI berharap paradigma negatif terhadap PKL segera disudahi, dan pemerintah segera melaksanakan Perpres 125/2012 tentang Tim Koordinasi Penataan dan Pemberdayaan PKL. APKLI mendesak tata kelola bangsa negara kembali ke khittah, kembali ke Pancasila dan Pembukaan UUD 1945," ujar Ali Mahsun.

Jelas dia, PKL itu mandiri mengail rezeki halal, tak kenal lelah di tengah terik matahari dan dinginnya hujan tetap berjualan memenuhi kebutuhan keluarga. Mereka mandiri menciptakan lapangan kerja dan sumber pendapatan ekonominya sendiri. Hal tesebut seharusnya tanggung jawab negara, dalam hal ini pemerintah. Lanjut Ali Mahsun, asal dimanusiakan PKL mudah ditata dan diberdayakan. APKLI terus menerus berupayakan menata dan memberdayakan PKL, serta mendesak negara sudahi menstigma negatif, mengintimidasi, mendiskriminasi dan menggusur PKL karena jelas dan tegas melanggar Pancasila, UUD 1945 dan Perpres RI 125/2012.

"Bagi APKLI, tak ada kata lain hadapi MEA 2015 dan mewujudkan Kota Cerdas di Indonesia kecuali PKL ditata rapi, indah, disiplin dan diberdayakan, dijadikan bagian tak terpisahkan dari tata perekonomian, keindahan kota dan dunia pariwisata Indonesia," tandas Ali Mahsun. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya