Berita

rizal ramli/net

Politik

Rizal Ramli: Pilihan Presiden Jokowi Tinggal Satu, Reshuffle!

RABU, 25 MARET 2015 | 13:05 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Terlalu percaya, membuat Presiden Jokowi tidak sadar para pembantunya di Kabinet Kerja tidak becus dalam mengemban tugas. Melonjaknya harga beras telah membuktikannya. Padahal, siapa saja presiden yang tidak bisa mengendalikan harga beras, akan bisa jatuh.

Ekonom senior DR. Rizal Ramli mengatakan, sekarang pilihannya hanya ada satu, yaitu reshuffle kabinet. Khusunya untuk pos-pos bidang ekonomi.

"Kita semua dalam posisi mendukung kepemimpinan Jokowi. Makanya kita harus mengingatkan dia, supaya program Trisakti dan Nawacita bisa direalisasi," ujar Rizal Ramli saat bersilaturahmi dengan Relawan Jokowi di Jakarta, Selasa malam (24/3).


Menurut Komisaris Utama BNI 46 ini, aksi-aksi di berbagai kota yang belakangan ini semakin marak mengkritisi pemerintah, diharapkan bisa mengingatkan Presiden Jokowi bahwa ada sesuatu yang terjadi tanpa campur tangan dirinya sebagai kepala negara. Setidaknya, informasi yang masuk malah ngawur.

Bukti valid situasi yang tidak disadari Presiden Jokowi adalah kenaikan harga beras. Hingga akhirnya Bulog mengadakan operasi pasar besar-besaran, sebelumnya harga beras telah naik Rp 500 per minggu selama 10 minggu. Bandar beras di Cipinang yang mempunyai jatah alokasi beras Bulog, hanya mengedarkan beras kepada kelompoknya saja, sehingga dengan mudah mengatur harga beras. Selama 10 minggu, mereka menaikkan harga beras Rp 500 per minggu, sehingga harga beras langsung melonjak.

"Dulu waktu saya menjadi Kepala Bulog, saya memantau harga beras tiga kali dalam sehari. Kami membuat software untuk mengingatkan harga beras. Naik Rp 50 lampu kuning, naik Rp 100 lampu merah, dan saya langsung mengambil tindakan. Jangan main-main soal beras, siapa saja presiden bisa jatuh kalau harga beras tidak terkendali," sebut Rizal Ramli mengingatkan.

Dalam kondisi begini, sambung Menko Perekonomian era Gus Dur ini, pilihan tunggal Jokowi adalah melakukan reshuffle kabinet.

"Kemampuan menteri terkait sudah mentok, tak cukup lagi dengan imbauan. Kemampuannya memang hanya sampai di situ, tak bisa diharapkan lebih banyak. Maklum saja, menteri kelas Kw 3 'kualitas 3'," ujarnya.

Mengenai antisipasi atas realitas politik terkini, Rizal Ramli berpendapat, PDI Perjuangan harus tetap menjadi basis utama Presiden Jokowi. "Saya lama bergaul dengan Megawati Soekarnoputri, dia itu pegang janji, pegang omongan dan tidak mudah berubah," tandasnya. [rus]

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Brimob Polda Metro Jaya Bubarkan Balap Liar di Pulogadung

Minggu, 17 Mei 2026 | 14:17

Istana Ungkap Cadangan Beras di Bulog Tembus 5,3 Juta Ton

Minggu, 17 Mei 2026 | 14:04

Kasasi Bisa Perjelas Vonis Banding Luhur Ditambah Beban Uang Pengganti

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:45

Putusan MK soal IKN Dianggap Beri Kepastian Hukum

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:39

“Suamiku Lukaku” Angkat Luka Perempuan Korban KDRT

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:14

Prabowo Minta Pindad Rancang Mobil Presiden Khusus untuk Sapa Rakyat

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:14

Penyederhanaan Sistem Partai Tak Harus dengan Threshold Tinggi

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:10

Nasabah PNM Denpasar Sukses Ubah Sampah Pantai jadi Cuan

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:59

Hukum yang Layu: Saat Keadilan Kehilangan Hati Nurani

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:43

Andrianto Andri: Tokoh Sumatera Harus Jadi Cawapres 2029

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:11

Selengkapnya