Berita

Politik

KAMMI Terus Mendoakan Bapak Presiden Tercinta

RABU, 25 MARET 2015 | 10:25 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) tetap konsisten mengawal pemerintahan Presiden Jokowi. KAMMI memandang bahwa permasalahan besar bangsa harus mampu dihadapi dan diselesaikan oleh Jokowi sebagai kepala negara.

Ketua Bidang Kebijakan Publik PP KAMMI, Barri Pratama mengatakan, setidaknya dalam waktu dekat ini pemerintah mesti mulai serius menyelesaikan persoalan yang dirasakan rakyat langsung, seperti kenaikan harga BBM, gas LPG, TDL, pajak materai, tarif tol, harga kebutuhan pokok, dan tiket kereta api serta transportasi lain.

Ia menjelaskan, tugas utama KAMMI ialah mengingatkan dan mengawal agar Jokowi menyelesaikan permasalahan itu dengan tuntas.


"KAMMI tidak sedang berbicara like or dislike, ini adalah permasalah bangsa. Sehingga, KAMMI terus akan mendorong, membantu, dan mendoakan bapak presiden tercinta," kata Barri Pratama dalam keterangannya, Rabu (25/3).

Untuk itu, tambah Barri, sesuai dengan instruksi nasional PP KAMMI komitmen untuk tetap menjaga gelombang aksi #UltimatumJokowi di berbagai daerah. Harapannya gelombang aksi itu justru makin besar ke depannya.

"Perwakilan KAMMI di 34 provinsi seluruh Indonesia tetap bergerak mengawal #UltimatumJokowi hingga ada perubahan membaik dalam pemerintahan. Aksi akan difokuskan pada titik-titik sentral dan vital masing-masing KAMMI wilayah dan daerah," terangnya.

Barri juga menginformasikan, pekan ini telah dan akan berlangsung empat gelombang aksi #UltimatumJokowi, yakni pada tanggal 23, 25, 27 dan 29.

Tuntutan yang diajukan oleh PP KAMMI untuk Jokowi, simpul Barri, meliputi: Stabilkan segera harga-harga kebutuhan masyarakat baik sembako, BBM, TDL, LPG, dan sebagainya sesegera mungkin; Bangkitkan marwah dan kedaulatan bangsa Indonesia; Perkuat pemberantasan korupsi dan penegakan hukum.

Seperti diketahui, iklim politik akhir-akhir ini kian memanas. Bermula dari konflik kepentingan KMP-KIH, Pilkada langsung atau tidak langsung, konflik internal beberapa partai politik, hingga berujung pada munculnya usulan hak angket untuk presiden. Hal ini berakibat ketidakseriusan perhatian pemerintah terhadap masyarakat langsung dari segala sektor, mulai dari ranah ekonomi hingga persoalan lingkungan. Merosotnya nilai tukar rupiah hingga menyentuh angka 13.300 dan penetapan Kapolri adalah contoh akibat kebijakan atas dasar pertimbangan politik, bukan perhatian kepada 'wong cilik'. Ketidakbecusan mengurusi pemerintahan itu diperparah lagi dengan praktir bagi-bagi kursi kekuasaan antar pendukung dan simpatisan Jokowi hampir di setiap struktur pemerintahan dan BUMN. [rus]

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Brimob Polda Metro Jaya Bubarkan Balap Liar di Pulogadung

Minggu, 17 Mei 2026 | 14:17

Istana Ungkap Cadangan Beras di Bulog Tembus 5,3 Juta Ton

Minggu, 17 Mei 2026 | 14:04

Kasasi Bisa Perjelas Vonis Banding Luhur Ditambah Beban Uang Pengganti

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:45

Putusan MK soal IKN Dianggap Beri Kepastian Hukum

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:39

“Suamiku Lukaku” Angkat Luka Perempuan Korban KDRT

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:14

Prabowo Minta Pindad Rancang Mobil Presiden Khusus untuk Sapa Rakyat

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:14

Penyederhanaan Sistem Partai Tak Harus dengan Threshold Tinggi

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:10

Nasabah PNM Denpasar Sukses Ubah Sampah Pantai jadi Cuan

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:59

Hukum yang Layu: Saat Keadilan Kehilangan Hati Nurani

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:43

Andrianto Andri: Tokoh Sumatera Harus Jadi Cawapres 2029

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:11

Selengkapnya