Berita

saleh partaonan daulay

Politik

Komisi VIII Fokus Tiga Hal di Masa Persidangan III

RABU, 25 MARET 2015 | 07:35 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Agenda Komisi VIII DPR RI pada masa persidangan III 2014-2015 difokuskan pada tiga hal pokok. Pertama, menyelesaikan tugas-tugas panitia kerja (Panja) Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH). Kedua, menyelesaikan tugas Panja Penanggulangan Bencana. Ketiga, memulai pembahasan RUU prolegnas yang diamanatkan ke komisi VIII yaitu RUU Disabilitas dan RUU Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umroh.

Demikian disampaikan Ketua Komisi VIII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay dalam keterangannya kepada redaksi, Rabu (25/3).

"Komisi VIII menargetkan akan menyelesaikan pembahasan soal BPIH pada masa persidangan ini. Harapannya, semakin cepat BPIH ditetapkan, semakin cepat pula masyarakat bisa melunasi BPIH-nya. Demikian juga pemerintah bisa segera mempersiapkan pelaksanaan ibadah haji lebih matang. Dengan begitu, kita berharap kualitas pelaksanaan ibadah haji bisa semakin lebih baik," sebut anggota Fraksi PAN ini.


Sementara itu, Panja Penanggulangan Bencana diharapkan dapat merumuskan laporan kerjanya terkait penanganan bencana, baik dari sisi penganggaran dan juga regulasi. Karena Indonesia dikenal sebagai daerah rawan bencana, Komisi VIII berharap agar kegiatan dan program penanggulangan bencana bisa semakin ditingkatkan. Berkenaan dengan itu, laporan dan hasil rekomendasi panja tersebut akan disampaikan ke pemerintah untuk segera diitindaklanjuti.

Dari sisi fungsi legislasi, sesuai dengan hasil rapat Baleg DPR beberapa waktu lalu, Komisi VIII akan mengagendakan pembahasan kedua RUU yang disebutkan di atas. Pasalnya, kedua RUU tersebut sudah pernah dibahas pada periode yang lalu dan sekarang tinggal melanjutkan. Diharapkan kedua RUU tersebut segera dapat diselesaikan agar bisa lebih cepat diimplementasikan.

Selain itu, lanjut Saleh, Komisi VIII juga akan membicarakan soal kemungkinan dinaikkannya anggaran Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP/PA). Komisi VIII menilai bahwa program-program yang disusun kementerian tersebut selama ini belum bisa menyahuti berbagai problematika yang menimpa perempuan dan anak. Kendala utamanya adalah anggaran.

"Bayangkan, tahun 2015 ini, pemerintah hanya mengalokasikan anggaran Kementerian PP/PA sebesar Rp 217 miliar. 60 persen dari anggaran itu dipergunakan untuk belanja pegawai. Sementara, sebanyak Rp 12 miliar dialokasikan untuk anggaran KPAI. Setelah diteliti, anggaran tersebut tidak jauh berbeda dari anggaran tahun 2014 yang lalu. Wajar jika kemudian program Kementerian PP/PA hanya semacam duplikasi dari tahun-tahun sebelumnya," ungkapnya.

Oleh karena itu, tambah Saleh, Komisi VIII memandang perlu mengundang Bapenas dan Kemenkeu untuk menjelaskan masalah ini. Diharapkan, kedua kementerian lembaga tersebut dapat memfasilitasi agar anggaran Kementerian PP/PA dapat ditingkatkan. Setidaknya, Kementerian PP/PA ini bisa setara dengan kementerian-kementerian lain.

"Pemerintah tentu tidak arif jika Kementerian PP/PA ini dianaktirikan. Bagaimana mau memberdayakan perempuan dan melindungi anak jika anggarannya selalu minim. Padahal, persoalan perempuan dan anak semakin banyak dan semakin kompleks," tukas legislator asal daerah pemilihan Sumut II ini. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya