Berita

Ali Mahsun/net

Asosiasi PKL Heran Pemerintah Mandul terhadap Toko Modern

SELASA, 24 MARET 2015 | 06:50 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Toko modern yang resmi berizin dan tercatat di Kementerian Perdagangan per Agustus 2014 di seluruh Indonesia sudah berjumlah 23 ribu. Juga bukan rahasia umum, banyak toko modern yang tidak berizin atau ilegal. Kenyataan ini dampak dari 'bulan madu oknum pemda dengan toko modern'.

Ketua Umum DPP Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Ali Mahsun mengatakan, disamping itu, pemda seakan lakukan pembiaran toko modern buka 24 jam padahal jelas dan tegas melanggar Perpres RI 112/2007.

"Kenyataan tersebut terjadi hampir di seluruh Indonesia, khususnya di kota-kota besar, jalur Pantura Jawa atau Jalur Jalan Besar. Oleh karena itu, APKLI mendukung Komisi B DPRD Kota Surabaya untuk menindak tegas 500 toko modern ilegal di Surabaya," tegas dia dalam keterangannya, Selasa (24/3).


APKLI mencium aroma sangat kuat adanya kong kalingkong antara oknum Pemko Surabaya dengan toko modern sehingga 500 toko modern ilegal terbiarkan dan tidak ditindak tegas. Demikian pula terhadap pembiaran toko modern yang buka 24 jam. Untuk itu, APKLI mendesak Polda Jatim mengusut tuntas adanya 500 toko modern ilegal di kota Surabaya dan kota lain di Jatim.

"Kalau sama PKL saja langsung digusur jika langgar Perda. Kenapa 500 toko modern ilegal yang kasat mata dibiarkan? Ada apa dengan Pemko Surabaya? Dimana Bu Tri Rismaharini, Walikota Surabaya saat ini?" ungkapnya.

"Tertibkan dan batasi toko modern yang telah menggerus ekonomi dan mata pencarian rakyat. Saat ini saja, pasar tradisional yang kolaps sudah 3500 dan jutaan kelontong gulung tikar. Tak ada kata lain, tata dan berdayakan PKL, revitalisasi pasar tradisional hadapi MEA 2015," tukas Ali Mahsun menambahkan. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya