Berita

Siti Zuhro/net

Politik

JELANG KONGRES PDIP

Siti Zuhro: Jokowi Sudah Gugur dan Tak Bisa Maju di Kongres

SELASA, 24 MARET 2015 | 06:32 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak mungkin berkompetisi dalam Kongres PDIP ke-IV di Bali April mendatang untuk memperebutkan kursi ketua umum. Kalau Jokowi ikut mencalonkan diri, dia akan menabrak aturan yang dibuatnya dalam pembentukan Kabinet Kerja, yaitu larangan rangkap jabatan.

"Jokowi sudah gugur dan tidak bisa maju dalam kongres PDIP. Kalau dia maju, maka dia akan menabrak apa yang sudah dia jadikan peraturan. Meski selama Jokowi sering menabrak janjinya, tapi untuk yang satu ini saya harapkan dia tidak menabraknya. Ini akan mundur kembali, dimana ketua umum merangkap jabatan," kata pengamat politik dari LIPI Siti Zuhro seperti dikabarkan JPNN, Selasa (24/3), menanggapi survei Pooltracking Institute yang mengunggulkan Jokowi.

Jokowi baru bisa jadi calon ketum PDIP dalam kongres jika setelah memenangkan kursi ketum, dia mengundurkan diri sebagai presiden. Namun ujar Siti, itu tidak mungkin terjadi karena jabatan presiden adalah puncak pencapaian tertinggi seorang politikus.


"Jadi semuanya mundur ke belakang kalau Jokowi jadi ketum, baik untuk demokrasi maupun untuk Jokowi sendiri. Dari dulu saya komit menolak para pejabat merangkap jabatan. Saya sayangkan SBY dulu menjadi ketum ketika jadi presiden, juga Zulkifli Hasan, Ketua Umum PAN yang juga merangkap jabatan sebagai ketua MPR," imbuhnya.

Siti yang mengaku tidak ikut menjadi responden survei Pooltracking Institute ini menegaskan, masih banyak kader PDIP yang punya kemampuan dan pengalaman dan loyalitas yang saat ini tidak memiliki jabatan apapun di pemerintahan. Mereka inilah kata Siti, yang pantas dijadikan ketua umum.

"Semua calon kecuali Jokowi boleh maju. Kader yang duduk di pemerintahan pun tidak apa maju, asal setelah itu para kader itu tidak rangkap jabatan. Saat ini ada Pramono Anung, Hasto Kristiyanto, dan Puan Maharani. Kalau salah satu dari para kader itu dipilih, maka harus fokus ke partai," sarannya.

Namun demikian, Siti melihat bahwa Megawati masih jadi kekuatan pemersatu di PDIP. Oleh karena itu Megawati tidak boleh langsung lengser dari PDIP jika terpilih ketua umum yang lain.

"Megawati tetap harus menjadi tokoh pemersatu, tidak boleh langsung lengser. Ketum day to day dipegang kader lain, Megawati menjadi sosok pemersatu seperti Soeharto di Golkar dulu. Kalau tidak, PDIP akan pecah belah," tukasnya. [rus]

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Brimob Polda Metro Jaya Bubarkan Balap Liar di Pulogadung

Minggu, 17 Mei 2026 | 14:17

Istana Ungkap Cadangan Beras di Bulog Tembus 5,3 Juta Ton

Minggu, 17 Mei 2026 | 14:04

Kasasi Bisa Perjelas Vonis Banding Luhur Ditambah Beban Uang Pengganti

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:45

Putusan MK soal IKN Dianggap Beri Kepastian Hukum

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:39

“Suamiku Lukaku” Angkat Luka Perempuan Korban KDRT

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:14

Prabowo Minta Pindad Rancang Mobil Presiden Khusus untuk Sapa Rakyat

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:14

Penyederhanaan Sistem Partai Tak Harus dengan Threshold Tinggi

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:10

Nasabah PNM Denpasar Sukses Ubah Sampah Pantai jadi Cuan

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:59

Hukum yang Layu: Saat Keadilan Kehilangan Hati Nurani

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:43

Andrianto Andri: Tokoh Sumatera Harus Jadi Cawapres 2029

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:11

Selengkapnya