Berita

maruarar-jk/net

PMI dan TMP Akan Gelar Donor Darah Secara Serentak di 25 Daerah

SELASA, 24 MARET 2015 | 07:01 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Taruna Merah Putih, organisasi nasional yang memperjuangkan aspirasi pelajar, mahasiswa, pemuda dan profesional muda, kembali membuat kerja sama program donor darah bersama dengan Palang Merah Indonesia (PMI).

"Tujuan dan agenda dari program ini adalah demi kemanusiaan. Kita ingin membantu sesama yang memerlukan darah. Dan acara ini juga terkait dengan HUT TMP yang ke-7," kata Ketua Panitia Donor Darah, Haji Indra Simatupang, saat dihubungi (Selasa, 24/3).

Indra menjelaskan, donor darah ini akan digelar secara serentak di 25 kota/kabupaten yang ada di Indonesia pada 29 Maret mendatang. Di antara kota/kabupaten itu adalah Pangkal Pinang, Pekanbaru, Padang, Medan, Serang, Bandung, Sumedang, Semarang, Magelang, Surabaya, Lembata (NTT), Makassar, Manado, Palangkaraya dan Banjarmasin.


Untuk di Jakarta, katanya, acara akan digelar di Bundaran Hotel Indonesia (HI) dalam suasana car free day. Dalam acara ini juga akan disertai dengan penyampaian testimoni oleh sekitar 200 ribu pendonor. Sebagian testimoni ini sudah mulai dikumpulkan sejak H-3. Testimoni akan disaksikan dan dicatat oleh pihak Museum Rekor Indonesia (Muri) sebagai program donor darah terbanyak.

"Akan hadir dalam acara ini langsung Pak JK sebagai Ketua Umum PMI sekaligus Wapres. Juga akan hadir Gubernur DKI Jakarta, Ahok. Juga Insyaallah hadir Ibu Megawati," kata Indra.

Indra juga menjelaskan bahwa program kemanusiaan ini adalah kerjasama untuk yang ketigakalinya. Dua program sebelumnya adalah, pertama berupa bantuan kemanusiaan kepada muslim Rohingnya di Myanmar. TMP menggalang dana secara gotong royong pada Agustus 2012. Dana yang dihimpun diserahkan kepada PMI, yang kemudian diteruskan kepada rakyat Rohingya. Kerja sama kedua berupa donor darah yang digelar di Jakarta Golf Club Rawamangun pada pertengahan April 2013. Hadir dalam acara ini ribuan pendonor.

Untuk acara yang ketiga ini, nota kesepahaman kerja sama dibuat setelah TMP dua kali bertemu dengan JK. Pertama di Istana Wakil Presiden, dan kedua di Bandara Halim Perdanakusuma. Nota kesepahaman ditandatangani sejak 7 Maret lalu, oleh JK sebagai Ketua Umum PMI dan oleh Maruarar Sirait sebagai Ketua Umum TMP.

Sementara itu, Ketua Umum TMP, Maruarar Sirait, sangat berterimakasih kepada Jusuf Kalla sebagai Ketua Umum PMI yang percaya dan mau bekerjasama dengan TMP. Tentu saja TMP akan menjaga kepercayaan itu dengan sebaik-baiknya. Apalagi PMI merupakan organisasi netral dan independen, yang melakukan kegiatannya demi kemanusiaan, kesukarelaan, kenetralan, kesamaan, kemandirian, kesatuan dan kesemestaan.

Terkait dengan donor darah, Maruarar mengatakan bahwa memang saat ini antara kebutuhan akan darah belum seimbang dengan persediaan kantung darah. Dengan donor darah dari TMP itu diharapkan bisa menambah ketersediaan darah yang sangat diperlukan oleh masyarakat yang membutuhkan.

"Donor darah merupakan bentuk solidaritas sesama warga negara Indonesia melalui darah. Ketersediaan darah untuk sesama warga negara yang membutuhkan harus kita dukung sepenuh hati," ungkap Ara, begitu Maruarar disapa.

Ara juga menyampaikan terima kasih kepada semua panitia yang terlibat dalam acara ini. Ara senang panitia yang bekerja keras dan kompak mempersiapkan acara dengan penuh semangat. Pun demikian ia sangat gembira dengan respons dari daerah yang sangat positif.

"Semoga acara ini bermanfaat dan bisa benar-bemar dirasakan oleh masyarakat. Dan semoga kerjasama dengan PMI bisa terus dilanjutkan dengan skala yang lebih besar," demikian Maruarar Sirait. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya